Pengguna Twitter Meningkat Saat Ramadan

Jakarta – Ramadan sebentar lagi akan tiba. Masyarakat telah siap-siap menyambut Ramadan baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Fenomena euphoria Ramadan di dunia maya menjadi perhatian dari Twitter, sebagai platform media sosial yang juga ikut diramaikan oleh netizen. Oleh karena itu, Twitter mengadakan jumpa pers untuk membahas fenomena ini di Pacific One Jakarta pada Senin (22/04).

Menurut Country Industry Head Twitter for Indoneseia and Malaysia, Dwi Andriansyah, pengguna Twitter di Indonesia selalu meningkat. Data tahun 2018 menunjukan peningkatannya sampai 41%. Peningkatan tersebut juga berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas pengguna Twitter Indonesia, terutama pada momen-momen tertentu termasuk, Bulan Ramadan.

“Kita menemukan 2 Minggu Sebelum Ramadan dan saat lebaran, pengguna twitter paling aktif dalam beraktivitas” Kata Dwi.

Menurut Dwi, ada tiga topik yang menjadi primadona saat Ramadan: Mudik, Makanan, dan Belanja.

Dwi melihat, Saat mudik, banyak netizen yang meminta rekomendasi perjalanan lewat twitter. Sekitar 48% netizen di Twitter meminta rekomendasi rute perjalanan, 47% menginginkan rekomendasi hiburan selama perjalanan, dan 37% netizen menginginkan tips memastikan perjalanan yang lancar.

Selain mudik, makanan juga menjadi topik yang paling sering dicari di Twitter. Ketertarikan pengguna Twitter Indonesia terhadap konten berbau makanan bahkan menyaingi konten keagamaan.

“Makanan adalah topik yang banyak dicari di Twitter saat Ramadan. Intensitasnya bahkan sejajar dengan konten keagamaan” Kata Dwi.

Selain mudik dan makanan, topik mengenai belanja juga menjadi topik yang paling dicari saat Ramadan. Ada tiga kategori teratas dengan pembelian tertinggi: Pakaian (70%), tiket pesawat (50%), dan peralatan rumah tangga (48%).

Melihat tren Twitter yang justru meningkat saat Ramadan dan kemampuan Twitter dalam memetakan perilaku pengguna Twitter, Dwi berpendapat kalau Twitter dapat membantu perusahaan-perusahaan untuk merancang kampanye Ramadan mereka di Twitter. Twitter adalah media dengan tingkat interaksi paling tinggi. Cuitan pengguna yang ingin komplain terhadap suatu produk akan dibalas dengan lebih cepat jika komplain di Twitter.

“Nasabah banx X pernah mengalami kesusahan menggunakan produk bank tersebut. Dengan komplain di Twitter, ia dapat jawaban dalam hitungan menit” Kata wakil dari Twitter Indonesia yang menolak disebutkan namanya, melanjutkan penjelasan dari Dwi.