Pengendalian Hipertensi dengan Buah Mengkudu

Di Indonesia berdasarkan hasil pemeriksaan Riskesdas tahun 2013 prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas adalah sebesar 25,8%. Berdasarkan data Riskesdas 2013, presentasi prevalensi hipertensi di Sulawesi Selatan sebesar 28,1%. Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), jumlah penderita stroke di Indonesia terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia.

Selain itu hasil penelitian di 15 kabupaten/kota dari badan Litbangkes Kemenkes, menyatakan bahwa 17,7% kematian disebabkan oleh stroke dan yang menjadi faktor adalah hipertensi. Peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan pada jantung, otak sehingga menyebabkan stroke (Pusdatin Kemenkes RI).

Menurut American Heart Associaton, penduduk Amerika yang berusia diatas 20 tahun mengidap hipertensi telah mencapai angka 74,5 juta jiwa dan hampir sekitar 90-95% kasus tersebut tidak diketahui penyebabnya. Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2007 yang didapat melalui kuisioner terdiagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4%, yang didiagnosis tenaga kesehatan atau sedang minum obat 9,5%. Jadi, sekitar 0,1% yang minum obat sendiri.

Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan Riskesdas tahun 2013 prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas adalah sebesar 25,8%. Berdasarkan data Riskesdas 2013, presentasi prevalensi hipertensi di Sulawesi Selatan sebesar 28,1%. WHO juga memperkirakan prevalensi hipertensi akan terus meningkat, dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi.

Hipertensi disebut sebagai penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan TBC. Jika tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg.

Tekanan darah tinggi menjadi bermasalah hanya bila tekanan darah tersebut persisten karena membuat sistem sirkulasi dan organ yang mendapat suplai darah (termasuk jantung dan otak) menjadi tegang. Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada blood vesel (pembuluh darah) yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh.

Jika seseorang memiliki riwayat hipertensi, maka sangat besar peluang untuk terjadinya stroke. Dari uraian tersebut, untuk menghilangkan/meminimalkan risiko terjadinya stroke, maka harus terlebih dahulu diatasi faktor pencetusnya yakni hipertensi.

Buah mengkudu memiliki banyak manfaat salah satunya adalah dapat menurunkan hipertensi. Adapun zat yang terkandung di dalam mengkudu sehingga berpotensi untuk menurunkan hipertensi antara lain scopoletin dan xeronine. Scopoletin merupakan salah satu.

Senyawa yang terdapat dalam buah mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia. Menurut Neil Solomon, MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika melaporkan bahwa buah mengkudu mengandung sejenis fitonutrien, yaitu spolcoetin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Scopoletin juga dapat meningkatkan kadar MDA dalam tubuh dengan meningkatkan aktivitas SOD dalam tubuh. Selain scopoletin, dalam mengkudu juga terdapat xeronine.

Menurut penelitian dr. Mona Harrison dari fakultas kedokteran Universitas Bolton, konsumsi sari buah mengkudu akan membantu penyediaan hormon xeronine. Xeronin dapat meningkatkan permeabilitas pembuluh darah terhadap ion kalium.

Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawai, University of California (UCLA), Union College of London, University of Meets di Perancis yang telah mempelajari mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan menurunkan tekanan darah. Hasil penelitian membuktikan buah mengkudu dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti hipertensi.

​​​​​Mengkudu mengandung prexeronin yang mampu bekerja pada Vasoaktif endotel sehingga

 

dapat menurunkan tekanan darah. Sebagian besar penderita hipertensi adalah hipertensi esensial (hipertensi primer) yaitu sekitar 90-95%. Hipertensi esensial ditandai adanya peningkatan resistensi perifer dengan curah jantung normal (Guyton AC, 1997). Kandungan bahan aktif scopeletin dalam mengkudu memiliki fungsi untuk menormalkan tekanan darah dengan adanya efek spasmolitik.

Efek spasmolitik ditandai dengan terjadinya pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) akibat relaksasi otot polos, efek tersebut serupa dengan cara kerja obat anti-hipertensi.

 

Sumber : Modul Pembelajaran Fisioterapi dan Jurnal Interenational Pharmaeutical Science