Pemilu 2019 Hampir Usai, Belanja Iklan Meningkat

Jakarta - Pemilu 2019 telah hampir usai. Pesta demokrasi di Indonesia itu ternyata membuat Eevent Organizer hingga pembuat iklan seolah mendapatkan durian runtuh.

Laporan dari Nielsen Indonesia, dari total belanja iklan Pemerintahan dan Organisasi Politik pada periode kampanye pemilu, kontributor iklan terbesar adalah Para Kandidat Calon Presiden & Wakil Presiden. Dari laporan tersebut, ditemukan total belanja iklan Rp 206,6 miliar, disusul oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan total belanja iklan Rp 93,2 miliar.

Pengiklan ketiga terbesar berikutnya adalah Para Calon Legislatif yang mencapai total  belanja iklan sebesar Rp 92 miliar.   Sementara itu, Pesta demokrasi mendapat respon positif pemirsa.

“Sepanjang kuartal 1 tahun 2019, kategori iklan pemerintah dan politik memberikan kontribusisebesar 5.5%, sementara pada periode kampanye yang diperbolehkan oleh KPU yaitu 24 Marethingga 13 April 2019, iklan kategori partai politik mencapai 12% dari total belanja iklan. Hal ini menunjukkan bahwa partai politik masih percaya pada kekuatan media massa dalam membangun  awareness  dan  branding.”   kata   Hellen   Katherina,   Executive   Director   Nielsen Media.

“Di samping itu, tingginya rating TV untuk program-program terkait Pemilu juga menunjukkan bahwa pemirsa televisi di 11 kota sangat antusias terhadap Pemilu sejak awal proses hingga setelah pemilihan. Dapat dikatakan bahwa tahun ini orang lebih   terlibat dengan Pemilu," tambahnya.

Hasil pantauan Nielsen TAM di 11 kota juga menemukan   adanya   kecenderungan  para penonton menonton televisi yang lebih lama pada hari Pemilu yaitu rata-rata 5 jam 30 menit, mengalami peningkatan 12% di hari biasa. Kecenderungan ini juga didorong oleh adanya program QuickCount sepanjang hari pelaksanaan pemilu tersebut.

Dari sisi profil pemirsa, kepemirsaan televisi dari para pemilih juga meningkat di semua rentang usia dan lintas kelas   sosial ekonomi pada hari penyelenggaraan Pemilu jika dibandingkandengan hari biasa. Dari sisi usia  rating  tertinggi adalah dari penonton usia 50 tahun ke atas ( mengalami pemingkatan 17,7%), sementara dari sisi kelas sosial ekonomi, Kelas Menengah adalah yang paling banyakmenonton hingga mencapai rating sebesar 14,3 persen.


Foto: ilustrasi iklan IELTS Topic: Advertisement