OJK Berjanji Beri Perlindungan Terhadap Teknologi Keuangan

Jakarta - Acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 (IFSE 2019) “Innovation for Inclusion di Jakarta Convention Center, 23 hingga 24 September 2019 berlangsung dengan sukses. Di acara itu, setidaknya lebih dari 800 delegasi (regulator, pemerintah, lembaga donor, pelaku fintech dan sektor keuangan) ikut dalam pameran. Selain itu, konferensi menghadirkan lebih dari 100 pembicara dengan pengalaman kelas dunia untuk membahas berbagai isu penting terkait perkembangan industri fintech dan dampaknya terhadap masyarakat luas.

Ramainya pegiat teknologi keuangan atau digital ekonomi ini disambut meriah pemerintah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji memberikan perlindungan dalam melakukan berbagai transaksi atau kegiatan lewat ekonomi digital.

Di acara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, mengatakan perkembangan teknologi informasi harus dapat dioptimalikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi di sektor jasa keuangan.

Sejalan dengan itu, perlindungan konsumen fintech harus dilakukan melalui penerapan kode etik oleh asosiasi fintech, dan juga kehadiran undang-undang terkait perlindungan data nasabah.

"Komitmen OJK terhadap fintech dan inovasi keuangan digital pun telah dibuktikan dengan sudah dibuatnya beberapa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur tentang fintech, seperti POJK No. 77 Tahun 2016, POJK No. 13 Tahun 2018 dan POJK No. 37 Tahun 2018," ungkap Wimboh Santoso.

Saat ini, sudah tercatat 48 perusahaan fintech yang masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital, sudah terdaftarnya 127 perusahaan fintech peer to peer lending (per Agustus 2019) dan satu perusahaan equity crowd funding berizin. Industri fintech dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menaungi seluruh perusahaan fintech di Indonesia, telah memiliki anggota sebanyak 280 perusahaan. Tercatat, 250 perusahaan diantaranya merupakan perusahaan fintech yang beroperasi di sektor sistem pembayaran digital, pinjaman online, inovasi keuangan digital, insuretech, equity crowdfunding dan lainnya. Pesatnya pertumbuhan industri fintech dapat memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk segmen retail dan unbanked.

IFSE 2019 menjadi wujud komitmen industri fintech dalam mendukung target tercapainya inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun 2019.

Hal ini dilakukan melalui berbagai solusi yang ditawarkan fintech kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Ketua Umum AFTECH Niki Luhur menjelaskan bahwa nilai tambah fintech terletak pada mekanisme distribusinya.

"Fintech memanfaatkan channel-channel terbaru baik melalui website, perangkat mobile, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan pemain fintech menjangkau masyarakat yang ada di daerah, bahkan daerah terpencil, yang selama ini belum tersentuh bank konvensional,” ujarnya.