• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Meriam Lela, Ratusan Tahun di Dasar Sungai Kapuas

 

Jika musim kemarau tiba, tak heran apabila terkadang sungai Kapuas di wilayah hulu di Kalimantan Barat surut hingga mencapai dasar sungai. Pasang surut sungai Kapuas biasanya terjadi pada bulan Juli, Agustus, atau September. Fenomena tersebut secara tidak langsung menjadi daya tarik wisata musiman bagi masyarakat hulu, termasuk di Kabupaten Sanggau. Mungkin karena jauh dari pantai, akhirnya lokasi tersebut dijadikan objek wisata 'pantai' sungai Kapuas. Bahkan pengunjung yang berada di luar Sanggau pun berdatangan untuk melihat sungai Kapuas yang surut ini.

Berbagai macam aktifitas yang dilakukan para 'wisatawan' di lokasi dasar sungai, ada yang bermain sepak bola, voli, berenang, bahkan motor trail pun tak ketinggalan untuk menjajal dasar sungai yang berupa pasir tersebut. Apalagi jika musim kemarau dan surut terjadi pada bulan Agustus, perayaan untuk memeriahkan kemerdekaan NKRI pun diadakan dilokasi dasar sungai seperti Panjat Pinang, Lomba Renang, dll.

Mungkin di sepanjang 1.143 km sungai Kapuas yang terbentang dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga menuju muaranya di Selat Karimata hanya ada satu meriam yang diperkirakan sudah ratusan tahun terletak didasar sungai Kapuas yang terpanjang di Kalimantan, bahkan diklaim sebagai sungai yang terpanjang di Indonesia. Lokasinya berada di daerah Kantu', Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau.

Daerah Kantu, yang dikenal juga dengan kawasan Keraton Surya Negara Sanggau banyak sekali menyimpan sejarah berdirinya Kota Sanggau. Mulai dari mesjid tertua yaitu mesjid Jami' Sultan Ayub, Keraton Surya Negara, hingga peninggalan-peninggalan keraton lainnya yang menjadi bukti dan saksi bisu berdirinya kota Bumi Daranante ini.

Salah satunya adalah sebuah meriam yang disebut dengan meriam Lela. Lela sendiri berasal dari bahasa melayu yang artinya meriam, namun oleh masyarakat setempat meriam yang berada di dasar sungai tetap dinamakan meriam Lela. Uniknya, meriam tersebut hanya dapat kita lihat pada musim kemarau, itu pun jika sungai Kapuas surut hingga ke dasarnya. Posisi meriam Lela itu percis berada satu garis lurus dengan Keraton Surya Negara.

Letak Keraton dan Meriam Lela

Jika dilihat gambar diatas, tanda O merupakan lokasi Keraton Surya Negara, sedangkan tanda adalah posisi meriam Lela yang berada di dasar sungai Kapuas.

Ada cerita yang unik dan menarik tentang meriam Lela. Untuk menjaga peninggalan Keraton, warga setempat bersama pihak Keraton sepakat untuk memindahkan meriam tersebut ke dalam Keraton agar dapat lebih terawat dan dapat dijadikan salah satu benda pusaka kerajaan. Ketika musim surut tiba, meriam tersebut dipindahkan dari dasar sungai ke ruangan benda-benda bersejarah di Keraton. Karena meriam tersebut sangatlah berat, maka diangkat secara gotong royong oleh warga setempat. Konon menurut cerita, keesokan harinya meriam Lela menghilang dari tempat yang telah dipindahkan, kemudian setelah dicari meriam Lela itu ternyata kembali berada diposisi semula yaitu di dasar sungai. Anehnya proses perpindahan/kembalinya letak meriam Lela ke dasar sungai Kapuas tak diketahui oleh siapapun. Kapan dan bagaimana bisa berpindah hingga saat ini masih belum ada yang tahu. Cerita ini pun menyebar cepat dari mulut ke mulut dan masih dipercaya sampai saat ini.

Hal unik lainnya, sebagian masyarakat percaya barang siapa yang melihat meriam Lela pertama kalinya pada saat sungai Kapuas surut, maka ia akan mendapat keberuntungan.

Berikut beberapa foto yang saya ambil saat sungai Kapuas surut pada tanggal 30 Juli 2014.

meriam 1

meriam 2

meriam 3

meriam 4

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0