Merayakan Hari Penghapusan Perbudakan

Jakarta - Dunia memperingati Hari Memperingati Penghapusan Perdangangan Budak di Seluruh Dunia pada Jumat (23/08). Pada tanggal itu di tahun 1791, terjadi pemberontakan budak di Haiti yang memicu terjadinya gerakan penghapusan perbudakan disana. Hari pemberontakan budak di Haiti diadopsi menjadi Hari Penghapusan Perbudakan oleh UNESCO.

Perbudakan di masa lalu menjadi sebuah tindakan yang wajar secara norma. Dalam berbagai catatan sejarah, perbudakan mewarnai sejarah berbagai bangsa. Dalam satu waktu, satu negara pernah terpecah karena perbudakan. Perang Sipil Amerika yang terjadi pada tahun 1861-1865 terjadi karena satu bagian dari Amerika ingin membebaskan budak sedangkan bagian lainnya ingin tetap memiliki budak. Dalam perang ini, sekitar 620 hingga 750 Juta Jiwa meregang nyawa di medan pertempuran/

Perbudakan tidak hanya terlarang di dunia. Di Indonesia, perbudakan adalah suatu tindakan yang terlarang. Dalam Pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa: Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa oleh karena itu, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan

Selain itu, perbudakan secara eksplisit dilarang dalam UU No. 21 Tahun 2007 Mengenai Tindak Pidana Perdagangan Manusia. Pelakunya dapat dihukum paling singkat 3 tahun hukuman pencara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling sedikit 120 Juta Rupiah dan paling banyak 600 Juta Rupiah.

(Berbagai Sumber)