• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Menyulap Limbah Kertas Menjadi Berkelas

Indonesia masuk dalam urutan ketiga dari tujuh negara dunia lainnya sebagai Megadiversity Country. Indonesia juga dinobatkan sebagai negara yang memiliki hutan terluas di kawasan Asia dan hutan bakau terluas di dunia. Alhasil, tentu saja Indonesia kemudian memiliki peluang sebagai salah satu surga dunia bagi flora dan fauna yang beranekaragam.

Namun, maraknya permasalahan ilegal logging terus menghantui Ibu Pertiwi. Degradasi hutan juga terus mengalami peningkatan sehingga dampak yang ditimbulkan pun mulai terasa seperti musibah banjir, tanah longsor, dan keadaan cuaca yang tidak menentu. Di sisi lain, luas hutan alam asli Indonesia pun turut menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen.

Gambar 1. Hasil Kerajinan The Griya Lombok

Penebangan hutan liar terjadi seiring meningkatnya usaha bisnis pembuatan kertas. Menurut Kementrian Prindustrian Republik Indonesia tahun 2012, Produksi kertas tahun 2012 bisa mencapai 13 juta ton. Jumlah tersebut naik sekitar 8,3% dari produksi tahun lalu yang hanya 12 juta ton. Angka ini terus menunjukan peningkatan karena 85% aktivitas manusia bergantung pada kertas.

Guna mengatasi hal ini, kegiatan mendaur ulang kertas tentu dapat menjadi salah satu solusi dalam penanggulangan sampah, terutama limbah kertas. Mengolah kembali kertas bekas berarti kita menghemat pohon, minyak, energi, listrik, dan air. Faktanya bila kita menghemat 1 ton kertas atau mengolah limbah kertas sebanyak jumlah yang sama maka kita menghemat 13 batang pohon, 400 liter minyak, 4100Kwh listrik dan 31.780 liter air.

Salah satu keunikan yang kita dapat jadikan contoh sebagai pusat pembelajaran yaitu di The Griya Lombok. Terletak di Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, kegiatan sosial ini juga menawarkan sebuah konsep baru dalam mendukung revolusi hijau. Penganggas utama yaitu Bapak Theo Sugena. Gerakan ini berawal dari pengalamannya sebagai aktivis lingkungan yang terus menyuarakan hati rakyat terhadap kekejaman penebangan liar namun bermuara pada kegagalan karena bersuara tanpa solusi.

Perpustakaan pada Lantai 2

Berkat hasil riset yang telah dilaksanakan selama 2 tahun,  Bapak Theo akhirnya menemukan bahwa limbah kertas dapat menjadi penganti kayu. Hasil olahan tangan dan pikirannya menjadi berbagai bentu yang menawan bahkan rumah yang dibanggunya rumah yang dibanggunya 40 % terbuat dari limbah kertas. Tidak ada yang menyangka bahwa rumah tersebut saat ditempa bencana gempa pada bulan Agustus lalu, tetap kokoh berdiri.

Selain rumah tersebut, berbagai produk pun menghiasi rumah tersebut dari meja, kursi. Atap berugak, tempat sampah, palang dunia yang berukuran besar, ornamen air mancur bahkan saat anda memasuki halaman pertama maka semuanya terbuat dari kertas. Bukan hanya sembarang kerajinan dari kertas hasil produk The Griya Lombok juga tahan lama terbukti saat penulis mencoba untuk memecahkannya namun tidak kunjung pecah, lalu tahan akan api, tahan akan air, dan tidak mengalami perubahan warna.

Tampak Depan The Griya Lombok

Konsistensi The Griya Lombok pun diakui sebagai pusat receyle paper pertama di Indonesia dan dunia yang tetap fokus terhadap hasil limbah. Rumah kertas yang dimilikipun cukup unik, lantai pertama dilengkapi dengan ruang belajar yang nyaman untuk setiap pengunjungnya yang ingin belajar, tarif belajar pun hanya 10,000 dengan akomodasi waktu 5 jam. Dalam proses pembuatan suatu produk kertas memerlukan 11 proses pengerjaan yang mana juga mampu melatih teamwork, kesabaran, dan sifat positif lainnya. Lantai dua dilengkapi dengan perpusatakaan terdapat berbagai buku dengan tetap mempertahankan aksitektur kertas. Lantai tiga terdapat kebebasan bagi pegunjung untuk melihat indahnya sunset pantai Ampenan, yang dapat menyejukan dari kesibukan kota Mataram.

Rencana 5  tahun yang akan datang, The Griya Lombok akan dibuatkan seperti museum kertas pertama di Indonesia bahkan didunia saat telah mampu membuat 2000 produk. Saat ini target tersebut hanya menempati 10% dari yang direncanakan. Siapapun dapat belajar, siapapun dapat menyelamatkan bumi pertiwi mari kita dukung langkah The Griya Lombokuntuk terus melakukan inovasi kedepannya.

 

Sumber:

Mahrani Arfah, Buletin Utama Teknik. 2017. Vol. 13, No. 1, Pemanfaatan Limbah Kertas Menjadi Kertas Daur Ulang Bernilai Tambah Oleh Mahasiswa

Auhara, Lisa. 2013. Jurnal Lex Administratum, Vol.I, No.1. Dampak Illegal Logging Terhadap Perlindungan Hukum Satwa Yang Dilindungi. Universiitas Indonesia: Yogyakarta

http://www.kemenperin.go.id/

 

Foto depan: Wikipedia

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0