Menteri Perdagangan Sebut RI Harus Fokus dengan Ekspor

Salatiga - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memang dikenal sebagai pengusaha terkemuka di Indonesia. Wajar saja, ia memahami seluk beluk mengenai investasi di dunia bisnis.

Pria yang dilantik sebagai sebagai Menteri Perdagangan 2016 silam ini menekuni bidang properti dan menjabat beberapa perusahaan antara lain sebagai Komisaris Utama PT Unicora Agung, Dirut PT Kartika Karisma Indah, Dirut PT Kemang Pratama, Dirut PT Bangun Tjipta Pratama, dan Direktur PT Supradinakarya Multijaya (1994-2004).

Melihat kiprahnya itu, ia pun ingin membawa Indonesia terus meningkat di bidang bisnis. Dalam acara Business Plan National Festival 1.0, "Peranan Teknologi Informasi Pada Era Revolusi Industri 4.0" di Universitas Kristen Satya Wacana, baru-baru ini, ia menjelaskan mengenai posisi  Indonesia.

"Pada tahun 2017, Indonesia menjadi peringkat ke-4 negara tujuan investasi utama di dunia. Semoga, pada 2050, Indonesia diharapkan dapat meraih posisi ekonomi terbesar ke-3 di Asia dan Ekonomi terbesar ke-4 di Dunia," sebut Menteri Enggartiasto Lukita.

Enggartiasto Lukita mengungkapkan tantangan yang dihadapi Indonesia untuk menaikkan peringkatnya. Salah satunya, masalah internal.

"Namun untuk meraih posisi yang lebih baik, kita harus bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi. Beberapa tantangan internalnya, produk ekspor utama Indonesia, terdiri dari 81% manufaktur 19% komoditi primer. Salah satu strategi itu, kita harus bisa meningkatkan produk ekspor," Enggartiasto Lukita menambahkan.

Lebih jauh, Enggartiasto Lukita mengingatkan generasi milenial untuk tak takut dalam berusaha. Apabila jatuh, diharapkan bisa bangkit kembali.

"Selain itu, jangan takut untuk berusaha. Berani ambil risiko, termasuk berwiraswasta. Berani ambil resiko. Kita jatuh untuk bangkit kembali," pungkasnya.