Mengenal Overthinking, Kebiasaan Buruk yang Menyita Waktu

Jakarta - Berpikir mmerupakan kegiatan yang esensial bagi manusia. Tanpa berpikir, aktivitas yang dilakukan manusia menjadi tidak punya basis sehingga tidak punya makna atau bahkan mendatangkan bahaya bagi manusia tersebut. Akan tetapi, jika berpikir dilakukan terus-menerus tanpa ada aksi yang mengikutinya, akan berdampak kontra-produktif bagi kehidupan manusia itu sendiri. Kegiatan berpikir berlebihan ini disebut overthinking.

Seperti dilansir dari rilis.co, overthinking berbahaya bagi kesehatan. Menurut penelitian, memikirkan masalah, masa lalu, dan kekurangan yang kita miliki berkorelasi buruk dengan kesehatan mental manusia. Ketika kita larut merenungi hal-hal tersebut, kita akan cenderung kurang responsif untuk melakukan aksi yang spontan.

Selain itu, overthinking juga berkontribusi pada insomnia alias susah tidur. Hal ini disebabkan karena porsi waktu tidur yang harusnya digunakan untuk tidur lebih awal digunakan untuk berpikir. Apalagi hal yang dipikirkan juga membuat tidur tidak lelap sehingga tidur kita tidak berkualitas.

Berpikir berlebihan apalagi yang negatif harus dikurangi. Ketika mulai tenggelam dalam memikirkan masalah, mulailah berpikir tentang langkah yang harus dilakukan. Jangan terus-menerus memikirkan masalahnya. Pikirkan solusi dan kerjakan solusinya. Jangan lupa, setiap orang memiliki jangka waktu yang berbeda dalam mengatasi overthinking jadi, jangan menyerah jika masih belum bisa menghilangkan kebiasaan tidak produktif ini.

Penulis: M. Raihan Sujatmoko

Untuk menikmati artikel menarik lainnya yang tengah populer bisa kunjungi situs: Riliv.co