• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Menelisik Lebih Jauh Asal Muasal Istilah Kaki Lima

Masyarakat pasti sudah tidak asing lagi dengan yang dinamakan penjual kaki lima. Penjual kaki lima diminati masyarakat karena terkenal dengan harga yang relatif lebih murah. Sekarang ini, pedagang kaki lima berjualan beraneka macam seperti jajanan, makanan berat, boneka, pakaian, mainan anak-anak, dan masih banyak lagi.

Siapa yang mengira bahwa istilah kaki lima memiliki filosofi tersendiri di saat Tanah Air berada di bawah pendudukan Inggris, tepatnya saat pemerintahan  Sir Thomas Stamford Raffles. Keberadaan pedagang trotoar ini sering dipermasalahkan dengan tidak terpenuhinya hak pejalan kaki dalam melakukan perjalanan di tepi jalan raya. Walaupun demikian, tetap saja pedagang kaki lima memiliki ke-khas-an tersendiri.

Ada dugaan bahwa istilah kaki lima dikaitkan dengan jumlah roda yang digunakan penjual untuk berdagang. Pada tahun 1980 an masa dimana gerobak mulai dibuat, pedagang kaki lima didominasi oleh penjual yang menggunakan gerobak. Gerobak memiliki roda berjumlah 3 yang disebut juga sebagai kaki gerobak dan ditambah dengan 2 kaki orang yang berjualan sehingga berjumlah 5 kaki. Istilah tersebut tidak relevan karena istilah “kaki lima” muncul jauh hari sebelum tahun 1980.

Istilah “kaki lima” muncul pada tahun 1811 sampai 1816 saat Napoleon menguasai Benua Eropa, dan daerah-daerah Koloni Belanda di Asia yang berada di bawah kekaisaran administrasi Inggris. Istilah “kaki lima” berkaitan dengan kebijakan Raffles yang menginstruksikan sistem lalu lintas di sebelah kiri jalan-jalan raya sekaligus menetapkan aturan untuk dibuat trotoar dengan tinggi 31 cm dan lebar sekiar 150 cm atau “five feet”.

Feet merupakan salah satu satuan panjang selain sentimeter (cm). Istilah “five feet”  inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi kaki lima. Sehingga, orang yang berjualan dengan memakai lahan trotoar disebut juga dengan pedagang kaki lima.           

Sumber: komunitasaleut.com, bobo.grid.id

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0