Melihat lebih dekat profesi diplomat untuk perempuan

Menurut Peraturan Menteri (Permen) Luar Negeri Ri no. 3 Tahun 2016 tentang kode etik diplomat, pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa diplomat adalah:

Pejabat dinas luar negeri yang mengemban dan melaksanakan dan kegiatan diplomatik dan konsuler untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, negara dan Pemerintah Republik Indonesia.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diplomat adalah orang yang berkecimpung dalam bidang diplomasi (menteri luar negeri, duta besar, dan sebagainya).

Masih menurut KBBI, diplomasi itu sendiri memiliki beberapa makna, yaitu:

  1. urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara satu negara dan negara yang lain
  2. urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negeri lain
  3. pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara
  4. kecakapan menggunakan pilihan kata yang tepat bagi keuntungan pihak yang bersangkutan (dalam perundingan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan sebagainya)

Sebagaimana tercantum dalam pasal 3 Permen di atas, setiap diplomat wajib menjunjung tinggi tata nilai dan budaya kerja seperti nilai-nilai moral dan etika berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, profesionalisme, disiplin, berintegritas, transparan dan akuntabel serta berfokus pada memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional.

Contoh figure diplomat Indonesia Ibu Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia saat ini, yang merupakan menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia. Beliau mulai berkarir menjadi diplomat sejak usia 30 tahun. Beliau mendorong semangat untuk perempuan Indonesia agar bisa memberikan kontribusi baik untuk Indonesia maupun dunia internasional, sesuai ucapannya:

"Jadi untuk perempuan Indonesia semangat. Kita akan bisa bersama-sama dengan kaum laki-laki untuk berkontribusi bagi Indonesia dan dunia," ujarnya.

Beliau pun memberikan saran kepada para perempuan untuk bekerja dengan hari.

"Perempuan banyak pake hati tapi logis. Ada yang bilang jangan tinggalkan hati karena hati ini tidak akan pernah berbohong. Kalau kita kerja dalam peran apapun, kalau kita pake hati sih InsyaAllah kita jauh dari kesalahan-kesalahan," ucap Ibu Retno dalam sebuah konferensi di Bandung tahun 2018 ini.

 

Sumber:

www.kemlu.go.id

www.idntimes.com

www.kbbi.kemendikbud.go.id

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0