• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Manspreading, Bukan Hal Sensitif di Indonesia

Jakarta - Manspreading sebutan bagi kaum  lelaki yang duduk dengan kaki tebuka melebar di transportasi umum sehingga mencakup lebih dari satu kursi. Di beberapa negara masalah  ini cukup diperbincangkan dan diperdebatkan, salah satunya negara dengan sebutan negeri beruang merah, yaitu Russia.

Pada tahun 2015 Oxford dictionary menambahkan kata “manspreading”. Menggambarkan sebagai praktik dimana seorang pria, terutama yang berpergian dengan transportasi umum, mereka mengadopsi posisi duduk dengan kedua kakinya terpisah lebar, sehingga melebihi pada batas sebuah kursi yang berdekatan.

Bahkan di Russia salah seorang mahasiswi melakukan aksi yang unik, yaitu menyiramkan air bercampur dengan cairan pemutih ke celana pria yang melebarkan kakinya. Mungkin terdengar konyol, hal ini dilakukan oleh seorang perempuan berumur sekitar 20 tahun menyiramkan ke pria siapapun yang melebarkan kakinya di transportasi umum tanpa pandang bulu, pria muda maupun tua.

“Tidak ada masalah, dia hanya gila” tutur seorang pria warga Arzamas, Russia(07/01). Hal ini dilakukan Anna untuk menentang soal kebiasaan manspreading atau pria yang duduk melebarkan kakinya di transportasi umum.

Yang dilakukan Anna Dovgalyuk memang bukan perlakuan yang sopan, sehingga menimbulkan kontroversi yang panas di negeri beruang merah itu. Pantas saja banyak yang mengomentari ataupun tidak menyukai konten pada video aksi tersebut di Youtube. Bahkan hal manspreading ini kerap dibanding-bandingkan dengan contoh-contoh perempuan yang menggunakan ruang tempat duduk berlebihan di transportasi umum dengan tas.

Lalu bagaimana di Indonesia? Sejauh ini di Indonesia istilah ‘manspreading’ belum populer di telinga masyarakat dan belum sempat diperbincangkan ataupun diperdebatkan dengan serius. Saya pernah mendapati seseorang yang menegur teman duduknya karena posisi duduknya yang lebar, cukup mengucapkan maaf ataupun permisi mereka akan membenarkan posisi duduknya dengan baik. Jadi tidak ada masalah.

Faktor budaya mungkin cukup berpengaruh besar dalam komunikasi. Faktanya banyak orang Indonesia yang terkadang duduk seenaknya di transportasi umum, bahkan terkadang mengambil tempat duduk orang lain. Tetapi semua hal ini tidak menjadi masalah, karena ketika sekali ditegur orang-orang cukup sadar diri dan terkadang justru berbalik meminta maaf.

Akan ada baiknya jika isu hal ini disebarluaskan agar menjadi bahasan yang serius, sehingga memperbaiki kebiasaan buruk para penumpang yang sering kita jumpai di transportasi umum. Karena fasilitas di transportasi umum adalah hak milik bersama yang bersifat publik, demikian juga kenyamanan bertransportasi menjadi hak bagi semua penumpang, tidak terkecuali. (thesun.co.uk)