• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Makam Juang Mandor, Saksi Kekejeman Jepang di Kalimantan Barat

Makam Juang Mandor, salah satu tempat bersejarah di Kalimantan Barat, yang terletak di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Letaknya mudah ditemukan, tak jauh dari dari pasar Mandor.

Makam Juang Mandor menjadi saksi bisu pembantaian kira-kira 21.037 pribumi pada masa penjajahan Jepang. Menurut catatan sejarah peristiwa pembantaian tersebut terjadi berkisar pada tahun 1943-1944 namun ada pula yang mengatakan tepatnya pada tanggal 28 Juni 1944. Peristiwa pembantaian tersebut kemudian dikenal dengan Tragedi Mandor Berdarah.

Di depan makam, terlihat berbagai macam relief-relief berwarna emas, relief tersebut mengambarkan bagaimana tentara jepang menyiksa para pribumi, mereka mengunakan sanapan dan samurai sedangkan para pribumi terlihat berlutut pasrah dan kesakitan dengan penyiksaan tersebut karena tak mampu melawan.

Pribumi yang berusia 12 tahun ke atas diculik dan dibantai di tempat tersebut, baik rakyat biasa, tokoh-tokoh masyarakat, para intelektual hingga keluarga dari Kesultanan Pontianak. Salah satu peristiwa yang sangat memilukan saat para korban dipancung dengan samurai setelah kepala mereka ditutupi dengan sungkup ataupun dengan kain hitam.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya samurai patah di sekitar lokasi pemancungan. Adapula yang dibunuh dengan “Terapi Air”, dimana mulut para tahanan dimasukkan air melalui selang dan juga penyungkupan.

Kalimantan Barat dianggap sebagai wilayah yang sangat strategis dan memiliki  penduduk yang tak banyak pada waktu itu, ditambah dengan luasnya. Rencana Kalimantan Barat ingin dibuat seperti Manchuria dan Korea kedua oleh Jepang.

Untuk mengenang peristiwa pembantaian ini, dibangun sebuah Monumen perjuangan untuk mengenang para korban pembantaian tersebut, yang diberi nama Monumen Juang Mandor yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada saat itu Kadarusno tahun 1977 dan Pemprov Kalbar melalui Perda Nomor 5 Tahun 2007 menetapkan 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat.(AF/DP)

 

Sumber : Wikipedia, Kaskus, dan Kamek Pontianak (Facebook)

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0