• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Madrasah Relawan Ulurkan Tangan untuk Bidang Kemanusiaan

Indonesia tengah diuji oleh Tuhan Yang Maha Esa (YME) dengan berkali-kali ditimpa musibah. Duka satu orang, duka Kita bersama. Bahu-membahu sesama demi meringankan beban dan luka.

Madrasah Relawan (MR) membantu korban tsunami Selat Sunda di Banten, 22 desember 2018. Tim mereka ikut melakukan evakuasi di wilayah bencana tersebut. Selain itu, mereka juga memberikan sumbangan berupa kebutuhan pokok untuk para korban.

Salah satu relawan, Muhammad Hafidz Alfarisy, menuturkan, “relawan gak cuma evakuasi, tetapi siap meberikan apapun untuk orang sekitar”.

Hal itu menggambarkan bagaimana tujuan MR adalah memberdayakan dan mengayomi masyarakat, terutama masyarakat yang sulit terjangkau.

Komunitas ini dibentuk oleh Agung Gumelar, ST, Manager Program LAZIS Dewan Da’wah.

Agung mengatakan, “Awalnya, Madrasah Relawan (MR) dimulai saat bencana banjir nasional Garut, pada bulan September 2016 lalu,”

​​​​Kini, gerakan MR meluas, berlanjut di beberapa provinsi, diantarnya Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Lampung, Riau, dan Sumatera Barat. MR terus aktif di setiap kegiatan sosial, terutama ketika sedang terjadi bencana. MR bertekad untuk mencetak relawan yang peduli terhadap masalah keumatan dan sosial melalui program yang dicanangkan.

MR juga memperbesar ruang untuk pemuda yang ingin berkontribusi untuk masyarakat. Semua pemuda berusia 18-25 tahun dan Islam bisa menjadi relawan dengan syarat mengikuti rekrutmen dan dinyatakan lolos untuk menjadi relawan MR.

Ketika sudah menjadi relawan, MR akan menyediakan banyak kegiatan setiap tahunnya, terutama gerak cepat ketika terjadi bencana

​​​​​​Nilai sosial yang dibawa oleh MR mengajarkan hidup tidak melulu soal mengejar profit. Kasih sesama dan peduli sosial juga diperlukan karena manusia saling membutuhkan manusia lainnya. Keikhlasan menjadi relawan MR diperlukan untuk mengembangkan nilai prihatin. Muda, menebar manfaat! (DP)

 

Narasumber : Muhammad Apriesya Wastu, Alumni Madrasah Relawan Chapter Banten

Sumber : gomuslim.co.id , @madrasahrelawan at Instagram , @hafidzalfarisy at Instagram

Sumber Gambar : Dokumen pribadi Muhammad Apriesya Wastu

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0