Lingsir Wengi, dari Kidung Dakwah ke Pemanggil Arwah

Julie Estelle terlihat menyeramkan saat menembangkan Lingsir Wengi dalam film Kuntilanak (2006) karya Rizal Mantovani. Dalam film itu, Julie Estelle memerankan Sam menyanyikan lagu itu ketika dirinya berkonflik dengan orang yang ingin jahat kepadanya.

Popularitas Lingsir Wengi sebagai pemanggil arwah tak berhenti di film Kuntilanak. Kini, "Lingsir Wengi" kembali dalam film Wengi Anak Mayit (2018) garapan Nayato Fio Nuala. Film ini dibintangi oleh artis yang dikenal memiliki indra keenam, Sara Wijayanto dan suaminya, Demian Aditya.

Aura seram tembang Lingsir Wengi ternyata memiliki kisah yang berkebalikan. Pencipta lagu ini adalah Sunan Kalijaga, salah satu dari Sembilan Wali Songo, perkumpulan ulama penyebar Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijaga adalah ulama yang menggunakan seni sebagai penyampai pesan dakwahnya. Lingsir Wengi adalah tembang yang diciptakan beliau sebagai lagu penolak bala.

Film Kuntilanak telah berhasil mengubah ruh lagu Lingsir Wengi. Lirik lagunya telah digubah sesuai dengan kepentingan produksi film. Beginilah lirik lagunya dalm film:

Lingsir Wengi
Sliramu Tumeking Sirno
Ojo Tanggi Nggonmu Guling
Awas Ojo Ngetoro
Aku Lagi Bang Wingo Wingo
Jin Setan Kang Tak Utusi
Dadyo Sebarang
Wojo Lelayu Sebet

Dalam lirik ini, penembang ingin mengundang setan untuk datang dan jadilah apapun selama tidak membawa maut (bagi penembangnya). Lagu ini ditembangkan Sam saat dirinya memanggil kuntilanak baik untuk membela diri maupun mencelakakan orang yang berseteru dengannya. Sekarang coba bandingkan dengan lirik Lingsir Wengi yang orisinil:

Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jin setan datang purun
paneluhan tan ana wani

Dalam lirik diatas, Sunan Kalijaga menyisipkan doa tolak bala agar manusia kuat (teguh) dan terbebas (luputa) dari berbagai penyakit, gangguan jin, setan, dan teluh (sihir). Lirik diatas juga hanya sebagian dari lirik utuh Lingsir Wengi asli. Lirik asli Lingsir Wengi sangat panjang berisi berbagai wejangan penguat iman serta doa-doa perlindungan. Tidak mengherankan jika Lingsir Wengi menjadi lagu pengantar tidur bagi anak-anak di Jawa masa lampau.

Terlihat jelas efek penggantian lirik Lingsir Wengi ini. Meskipun keduanya sama-sama mengandung kata “setan”, Lingsir Wengi ala Rizal Mantovani memiliki maksud untuk memanggil setan. Sebaliknya, lirik asli Lingsir Wengi ala Sunan Kalijaga sangat jauh dari klenik. Mengingat versi yang paling anyar adalah versi Rizal Mantovani, persepsi masyarakat terhadap lagu ini adalah lagu pemanggil arwah, bukan lagu dakwah.

Sumber foto: Historia.com ​​​​​, Instagram

 

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0