• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Legenda Dibalik Manisnya Dawet Jabung Khas Ponorogo

Ponorogo atau yang dikenal sebagai kota Reyog merupakan salah satu kota paling barat di Jawa Timur. Ponorogo adalah salah satu kota kecil yang memiliki padat penduduk. Di kota ini juga memiliki berbagai destinasi wisata. Selain itu, makanan khas kota Ponorogo adalah “Dawet Jabung”.

Dawet jabung mirip es Cendol namun bedanya adalah cendolnya alami tanpa zat pewarna. Kelezatanya tidak diragukan lagi. Cendol dawet jabung berwarna putih.Dawet jabung dibuat dari tepung aren yang di bentuk sebagimana lzimnya cendol cendol biasa.

Bicara kemahsyuran dawet Jabung Ponorogo tidak lepas dari legenda Warok Suromenggolo. Dikisahkan tangan kanan Bathoro Katong itu, yakni putra Brawijaya V (Raja Majapahit) yang juga pendiri sekaligus Bupati pertama Ponorogo itu berduel dengan bangsa lelembut (jin).

Jin bernama Klenting Mungil penguasa Gunung Dloka itu bersenjatakan pusaka Aji dawet upas. Konon pusaka sakti berbentuk cendol dawet itu berasal dari mata manusia. Kedidagyaan Aji dawet upas membuat Suromenggolo serasa terbakar dan tak sadarkan diri. 

Seorang penggembala sapi bernama Ki Jabung menolongnya. Baluran dawet bikinan Ki Jabung membuat Suromenggolo pulih seperti sedia kala. Bahkan Jin Klenting dan Jin Gento mampu dikalahkannya. Sebagai bentuk terima kasihnya, Warok Suromenggolo berujar (bersabda) bahwa kelak masyarakat Desa Jabung akan hidup makmur dari berjualan dawet. 

Saat ini dawet jabung tidak hanya dijual di Ponorogo saja, melainkan sudah beredar di beberapa daerah di jawa timur. Harga dawet tersebut sangat terjangkau yaitu seharga Rp 5.000 - Rp 10.000 per mangkok. Dengan harga yang sangat terjangkau tersebut pembeli dapat merasakan manisnya dawet jabung. Pastinya pembeli akan ketagihan setelah menikmati sensasi manisnya dawet jabung tersebut.

 

Sumber : daerah.sindonews.com

Foto: terasjatim.com

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
2