Langkah Mudah Atasi Masalah Psikosomatis

Pernah mengalami naiknya asam lambung secara tiba-tiba beberapa saat sebelum ujian? Atau pernah mengalami sesak napas hingga asma ketika setiap kali akan tampil presentasi? Kalau pernah, besar kemungkinan sobat terkena gejala psikosomatis.

Disadur dari psyline.id, gangguan psikosomatik adalah salah satu gangguan jiwa yang paling umum ditemukan dalam praktek umum. Istilah ini terutama digunakan untuk penyakit fisik yang disebabkan atau diperburuk oleh faktor kejiwaan atau psikologis. Bahkan, pada kasus gangguan psikosomatis yang berat, seorang individu bahkan bisa mengalami kebutaan, masalah seksual seperti susah ereksi dan ejakulasi, serta bahkan kelumpuhan. Wow ngeri yaa.

Roslina Verauli, salah seorang psikolog ternama di Jakarta menyebutkan bahwa munculnya gejala psikosomatis disebabkan oleh adalah beban pikiran yang tidak bisa keluar atau disalurkan. Contohnya, karena si pasien tidak punya teman untuk curhat, sehingga menyimpan beban pikirannya. Gangguan psikosomatis ini paling sering terjadi pada usia awal 30-an. Anak-anak bisa terhindar dari gangguan ini karena belum memiliki beban pikiran seperti orang dewasa.

Gejala psikosomatis dapat menyerang seluruh anggota tubuh. Gejala yang paling sering antara lain: pegal-pegal, mual, muntah, kembung dan perut tidak enak, sendawa, kulit gatal, kesemutan, mati rasa, sakit kepala, nyeri bagian dada, punggung dan tulang belakang. Keluhan itu biasanya sering terjadi dan terus berulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dirasa sangat menganggu dan tidak wajar sehingga harus sering periksa ke dokter.

Pada umumnya individu dengan gangguan psikosomatik meyakini bahwa sumber sakitnya itu berasal dari organ-organ dalam tubuhnya. Akan tetapi, pada saat diperiksakan ke dokter, ternyata tidak ditemukan penyebab gangguan secara medis.Nah di saat seperti itu biasanya dokter akan mulai menanyakan kondisi psikologi dari pasiennya, karena mulai muncul dugaan bahwa gangguan yang dialami oleh pasiennya adalah gangguan psikosomatis, sehingga tidak dapat ditanggulangi secara medis saja.

Sebelum terlambat, lakukan beberapa langkah ini untuk mengurasi stress serta kecemasan hingga munculnya psikosomatis. Apa sajakah itu?

Evaluasi Diri

Evaluasi diri. Coba pikirkan kembali apakah gaya hidup yang dilakukan selama ini cukup sehat dan berkualitas? Atau masih menyimpan perasaan-perasaan atau emosi negatif terkait masa lalu? Atau memasang target yang dianggap tidak realistis? Segera perbaiki hal ini apabila dirasa menjadi masalah.

Menjadi Pribadi yang Lebih Terbuka

Ternyata langkah paling mudah untuk mengurangi kumpulan stres, dengan cara berbagi rasa. Terdengar sederhana, namun memang begitulah cara terbaiknya. Sesungguhnya manusia tidaklah didesain untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Manusia itu Makhluk Sosial. Itu adalah hal yang positif apabila dapat menemukan seseorang yang dapat mendengarkan keluh kesah, teman, orangtua, psikolog, atau lainnya yang membuat nyaman. Tapi yang paling utama, ceritakan semua masalah kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME).

Memperbaiki Kualitas Tidur

Kurangnya waktu tidur dan istirahat ditambah lagi dengan jarang terpapar sinar matahari pagi mengakibatkan kurang tercukupinya kadar endorfin dan vitamin D pada tubuh. Endorfin memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau kebahagiaan. Sedangkan Vitamin D dipercaya dapat membantu menstabilkan mood pada diri seseorang. Nahh lho, bagi sobat yang suka ngambek atau baper secara tiba-tiba, coba perbaiki lagi deh kualitas tidurnya.

Mulai Berolahraga

Men sana in corpore sano alias Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ah sudah tentu jelas lah ini sobat. Dikutip dalam Hellosehat, dengan kita membiasakan melakukan olahraga, tubuh belajar beradaptasi dan terbiasa menghadapi ‘stress’ fisik dengan baik. Dengan adaptasi tersebut, maka tubuh kita pun dapat dengan mudah beradaptasi dan bertahan menghadapi tekanan lainnya.

Melakukan Deep Breathing Exercise

Deep Breathing Exercise alias latihan pernapasan dalam adalah solusi yang dapat sobat latih dan terapkan pada saat sobat mengalami serangan psikosomatis. Metode pemanfaatannya butuh sobat latih terlebih dulu. Caranya adalah menarik nafas melalui hidung selama 3 hitugan, tahan di dada selama 4-6 hitungan sambil menaik dan mengencangkan kedua bahu, lalu keluarkan sebanyak 6-7 hitungan sambil menurunkan kedua bahu. Latihan lah metode tersebut setidaknya 1 menit dalam 1 hari agar sobat bisa merasakan sendiri manfaatnya.

Saat nanti mengalami perasaan dag-dig-dug atau pun bentuk kecemasan lain sobat tinggal menggunakan Deep Breathing Exercise tersebut untuk mengembalikan atau menetralkan kondisi psikologis.

Hal yang paling penting dan lebih kuat untuk menghadapi stress dan psikosomatis, dengan berdoa.

BERDOA 

Mintalah dengan suara yang lembut kepada Tuhan YME untuk bisa menghadapi semua permasalahan. Terkadang, bisa saja Tuhan YME merindukan rintihan doa umat-Nya.

 

Sumber: Psyline.id, lifestyle.kompas.com, hellosehat.com