Kisah Sukses Underachiever

Jakarta - Siapa yang tidak bangga menjadi bintang kelas, bolak  balik meraih kejuaraan akademik, rapor yang selalu di hiasi angka sempurna. Hal tersebut adalah salah satu contoh impian banyak orang dan kebanggan diri sendiri serta orang sekitar. Dengan asumsi tersebut peluang sukses di masa yang akan mendatang besar. Bagaimana dengan mereka yang memilki kesenjangan antara potensi kecerdasan dengan prestasi akademisnya? apakah underachiverement tidak memiliki masa depan dan prestasi gemilang atau malah menjadi underachiever selamanya ?

Adam Khoo telah membuktikan bahwa underachiver memiliki peluang kesuksesan dan mampu mengubah pandangan underchiver itu sendiri. From zero to hero.

Adam Khoo, lahir 8 April 1974, putra dari pasangan Vince Khoo-Betty L.Khoo Kingsley. Di cap sebagai anak nakal, malas, dan bodoh. Huruf  F acap kali mewarnai kertas ujiannya. Baginya sekolah bukan sesuatu yang menyenangkan dan membenci belajar. Sikap ini membuat ia dikeluarkan dari St Stephen’s Primary School saat duduk di kelas 4 dasar. Di tambah tidak ada yang mau menampungnya akan kenakalan dan berbagai permasalahan akademiknya.

Episode selanjutnya ia lulus dengan nilai memprihatinkan dan ditolak oleh beberapa sekolah yang lain sampai akhirnya ia diterima di Ping Yi School. Disini kemampuan akademik muridnya rendah dan Adam Khoo masih di level terbawah.

Orang tua Adam Khoo sendiri tetap memberikan motivasi, mereka yakin putranya hanya malas belajar. Hingga suatu ketika ia bertemu Ernest Wong ( mentor ) dalam acara yang diadakan oleh Ernest& Yong di Lady Hill Hotel. Disini, sang mentor melakukan  pendekatan Accelerated Learning, NLP, dan Whole Brain Learning bagi. Adam Khoo terkesan dengan ucapan sang mentor yang menyatakan satu-satunya hal yang menghalangi orang untuk maju adalah keyakinan yang salah dan sikap negative.

Sepulang dari program tersebut Adam langsung mengatur strategi untuk memperbaiki untuk perubahan menjadi diri yang lebih baik lagi. Mulai dari target belajar sampai pencapaian. Ketika ia mempresentasikan target seperti akhir SMP mendapatkan nilai A pada semua mata pelajaran dan lulus diterima di SMA terbaik di Singapura, semua temannya menertawakannya, itu seperti mustahil bagi teman-temannya.  Tidak memperdulikan ejekan demi ejekan. Adam pun melanjutkankan strateginya dan perpikir out of box.

Dengan menggabungkan pendekatan Accelerated Learning, NLP, Whole Brain Learning dan dua belahan otaknya, strategi ini pun mulai membuahkan hasil dan prestasinya pun melejit. Lulus Adam Khoo menduduki rangking 1 dan masuk ke Victoria Junior College (SMA terbaik di Singapura).

Di SMA, Adam Khoo tetap mempertahankan prestasi dan menjadi yang terbaik. Lulus dengan nilai gemilag dan diterima di Universitas Of Singapore. Disini prestasinya kian cemerlang di tambah ia menjadi mahasiswa terbaik dan genius di NUS.

Sukses di bidang akademis diikuti pula di bidang bisnis. Keuletan Adam Khoo berbisnis music box sejak usia 15 tahun membuahkan hasil. Di usianya 26 tahun omzetnya mencapai $20 juta/tahun dan menjadi miliader serta rutin mengisi seminar atau pelatihan dalam sebuah acara.

Tekad kuat, motivasi tinggi, keyakinan dan tindakan yang tepat kunci sukses Adam Khoo, yang membuatnya bangkit dari keadaan serba terbatas dan tidak ingin terlibas. Mampu mengantarkannya pada  kesuksesan dan mampu mengubah pandangan underachiever.

Semua orang boleh bermimpi setinggi langit dan sukses. Tetapi mereka yang bertekad mau berubah, berjuang di iringi motivasi, kegigihan dan kerja nyata yang mampu merealisasikannya.

Jadi bagaimana, masih tidak percaya diri atau tetap tidur panjang dengan fenomena tersebut? Percayalah pada keindahan mimpimu dan wujudkanlah. Latar belakang dan keadaan bukanlah alasan untuk tidak sukses dan tidak berubah kea rah yang lebih baik lagi.

 

Sumber Foto   : 7unaidi.wordpress.com

Sumber  : www.biografiku.com, self efficacy and academic motivation, educational                                 psychologist, buku: murid pintar kok prestasinya rendah?