Kerja Keras Chelsea Islan saat Membangun Karier

Jakarta - Perjalanan Chelsea Islan menjadi artis seperti tidaklah mudah. Jatuh-bangun harus dirasakan Chelsea Islan untuk berada di puncak karier. Namun dia tak mau disebut artis, hanya ingin menunjukkan karyanya saja.

"Karierku penuh dengan jatuh bangun, tapi aku selalu coba lagi tiap jatuh" ujar Chelsea Islan saat berbicara di Young on Top (YOT) 2019 National Conference di Balai Kartini Expo, Sabtu (6/4/2019).

"Teman teman sudah memanggil aku sebagai artis, tapi aku tidak merasa demikian. Yang penting bagiku adalah menciptakan karya bagi bangsa Indonesia" terang Chelsea Islan.

Dia menceritakan bagaimana sulitnya untuk masuk ke industri film, meski passion adalah aktingnya dan sejak kecil sudah bermain theater.

"Ternyata tidak mudah, prosesnya tidak instan. Casting saja bisa gagal tiga kali" kata Chelsea.

Tantangan sebagai artis tidak hanya dalam masalah karya. Posisinya sebagai public figure juga menjadi tantangan. "Ya di era sosmed ini banyak yang merasa punya freedom of speech, mereka bisa mengatain sesuka mereka, kayak misal Body Shaming" kisah Chelsea.

Meski demikian, itu tidak menghalangi Chelsea untuk terus berkarya. Baginya yang penting adalah kita bisa belajar dari hal itu dan membuktikan yang terbaik.

Terlebih lagi, Chelsea punya inspirator yang membuatnya terus berkarya. "Ibuku adalah inspiratorku, dia mendidikku dan membangun mindsetku hingga sampai sekarang. Selain itu, fansku juga inspirator, karena membuatku semangat untuk berkarya.

Terakhir, Chelsea juga berpesan agar anak muda tidak golput dan berpartisipasi dalam pemilu. Chelsea juga meminta agar anak muda tidak bermusuhan karena beda pilihan. 

"Kita tidak boleh membangun kubu dan saling bermusuhan. Melihat kata Indonesia saja, kita melihat One, artinya satu" ujar Chelsea Islan.

Reporter: Andi Wirapratama