Keren, MRT di Jakarta Berikan Kenyamanan Total untuk Penumpang

Jakarta - Pembangunan MRT telah menjadi gebrakan revolusioner bagi dunia transportasi umum tidak hanya di kota tempatnya beroperasi, Jakarta tapi juga di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum kalau macet telah menjadi rutinitas sehari-hari warga Jakarta. Keberadaan Bus Trans Jakarta, Bus Sekolah, hingga kereta commuter line belum mampu mengurai kemacetan Jakarta. MRT adalah harapan baru dari adanya transporrtasi yang bisa menarik minat pengguna jalan di Jakarta untuk beralih menggunakan transportasi umum.

Kabar gembira bagi warga Jakarta, Pembangunan MRT Fase 1 jalur Bundaran HI- Lebak Bulus telah selesai. PT MRT Jakarta, perusahaan BUMN yang Mengelola transportasi ini, mengadakan masa uji coba publik gratis dari tanggal 12 Maret hingga 23 Maret 2019. Kali ini jurnalis Akutahu berkesempatan mencoba transportasi umum ini pada Senin (18/03) dari Stasiun Bundaran HI, Jakarta.

Interior di dalam stasiun Bundaran HI sangat megah. Dibawah tanah Jakarta ada koridor tempat masyarakat berjalan ditemani sejuknya koridor ber-AC dan terlindung dari sinar matahari.  Pintu masuk dari Stasiun ini dibagi menjadi dua seksi sesuai dengan dua sisi trotoar diatasnya. Masyarakat dapat memilih untuk masuk dari Hotel Indonesia atau Plaza Bank Index. Setelah memasuki stasiun, masyarakat akan diarahkan oleh penunjuk jalan di koridor ke gerbang masuk peron. Selama masa uji coba, tidak akan ada biaya masuk. Baru pada tanggal 24 Maret, tarif akan diberlakukan sebesar pada kisaran Rp 8,500 hingga Rp 10,000.Masuk ke peron, interiornya sangat mirip dengan interior MRT bawah tanah di Singapura. Penunjuk waktu kedatangan kereta, gerbang masuk kereta, hingga ketepatan waktu kedatangan kereta bisa disandingkan dengan MRT di Singapura. Raihan sempat mencoba mencocokan waktu keberangkatan dengan janji petugas MRT kalau kereta akan sampai di Stasiun Lebak Bulus dalam waktu 30 menit.

Kereta berangkat pada pukul 15.02. Selama di kereta, dapat dilihat sudut-sudut indahKota Jakarta setelah kereta naik keatas tanah. Sepertinya, pihak PT MRT sengaja memilih titik-titik yang dapat dipresentasikan kepada turis mancanegara. Stasiun-stasiun lain pun juga terlihat indah dan modern. Ada 11 stasiun diantara stasiun Bundaran HI dan Lebak Bulus. Stasiun-stasiun itu adalah Dukuh Atas, Istora, Senayan, Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, dan Fatmawati.

Ternyata kata-kata petugas stasiun benar. Kereta sampai pada pukul 15.32. Turun di Stasiun Lebak Bulus, pengunjung akan disambut dengan pemandangan depot kereta yang besar. Disinilah kereta-kereta yang akan melayani penduduk Jakarta beristirahat setelah jam kerjanya

Selama berada diatas MRT sangat menyenangkan. Pelayanan petugas sangat baik, kereta datang tepat waktu, dan interior di dalam stasiun yang bisa disandingkan dengan MRT Singapura.

Hanya ada satu kritik: hilangnya sinyal di stasiun bawah tanah. Pemerintah Jakarta harus memikirkan cara bagaimana penumpang MRT yang banyak diantaranya adalah karyawan kantor agar tetap dapat berkomunikasi dengan klien atau rekan kerjanya selama dibawah tanah.