Kenali Gejala Depresi Lebih Dini

Jakarta - Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PSDKI) pada 2017 silam mencatat, 3,7 persen populasi di Indonesia mengalami depresi. Angka itu berart sekitar 9 juta orang dari jumlah penduduk 250 juta jiwa mengalami gangguan mental.

Psikolog sekaligus dosen di Jakarta Mazdha Ariefriyendho, M.Psi., Psikolog., CGA., CGI menjelaskan kepada Akutahu.com, Rabu (20/2/2019) mengenai depresi yang banyak menyerang masyarakat. Salah satunya, mengenai banyaknya orang yang kurang bisa mengenali lebih dini gejala depresi

"Banyak orang yang enggak sadar mengalami depresi. Makanya, setelah agak lebih parah, baru ketahuan. Jadi, ada baiknya, lebih mengenal diri lebih dalam," sebutnya.

Gejala umum depresi biasanya, sulit berkonsentrasi, merasa sedih atau kosong dalam hidupnya. Selain itu, kehilangan minat terhadap hal yang menggembirakan. Lebih parah lagim merasa masa depannya tidak akan baik dan terus berputus asa. Merasa tidak berenergi, gelisah atau sulit tidur. Bahkan, terlintas pikiran untuk melukai diri atau mengakhiri hidup

"Depresi paling parah itu saat berpikir mengenai kematian. Bukan hanya, takut mati, tapi ingin melakukan bunuh diri. Bahkan, berusaha mengakhiri hidup," sebutnya.

"Penanganan depresi secara efektif biasanya dilakukan secara holistic dengan melibatkan terapi psikologis (terapi pada perilaku, pikiran, perasaan yang dapat dilakukan oleh psikolog dan konselor), farmakologis (obat-obatan yang diberikan oleh psikiater), serta social support group. Lama waktu yang dibutuhkan biasanya dalam hitungan bulan bahkan hingga bertahun-tahun," ia menambahkan.

"Mudahnya, mengatasi sebelum depresi menjadi lebih parah. Misalnya, mengevaluasi diri, mengubah gaya berpikir. Paling penting, lebih sering berrsyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME)," pungkasnya.