• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Kemarin, Lagu Perpisahan 3 Personel Seventeen

Seventeen adalah satu dari sedikit band Indonesia yang dapat mempertahankan eksistensinya di belantika musik Indonesia selama lebih dari 15 tahun. Berawal dari band anak-anak SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Seventeen telah bertransformmasi mmenjadi band kaliber nasional. Selama kariernya, Seventeen telah menelurkan 6 album.  Album pertama mereka, “Bintang Terpilih” terjual sebanyak 75 ribu kopi, prestasi yang sangat bagus saat itu mengingat maraknya pembajakan rekaman.

Naas, Nasib mereka tidak seindah awal karier mereka. Pada 22 Desember 2018, Tsunami menerjang Tanjung Lesung, tempat Seventeen sedang manggung. Gitaris Herman Sikumbang, Bassis Awal Purbani, dan Drummer Andi Darmawan ikut menjadi korban tewas. Sementara itu, sang vokalis, Riefan Fajarsyah atau kerap disapa Ifan, selamat dari tragedy tersebut.

Tewasnya ketiga personel Seventeen hanya satu hari setelah mereka merilis videoklip untuk lagu mereka “Kemarin.” Lagu ini diyakini sebagai lagu perpisahan dari tiga personel Seventeen karena liriknya yang menggambarkan kematian.

Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu dimana
Semoga tenang kau di sana selamanya

Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana selamanya

Ini adalah reff dari lagu “Kemarin.” Dalam reff ini terlihat atmosfir kesedihan seseorang yang harus rela merelakan seseorang yang dikasihinya pergi untuk selama-lamanya atau dengan kata lain, meninggal. Pencipta lagu ini, Almarhum Herman Sikumbang, gitaris Seventeen yang juga menjadi korban Tsunami mmengakui kalau lagu ini merupakan hasil dari pengalamannya ditinggal mati orang terkasih tiga tahun lalu.

Ironisnya, lirik dalam lagu ini adalah hal yang persis dirasakan oleh Ifan, sang vokalis saat dia menjadi satu-satunya anggota yang selamat dari terjangan tsunami. Terlebih, istri Ifan, Dylan Sahara juga ditemukan tewas dalam tragedi ini. Lagu ini seakan menjadi salam perpisahan dari Herman bersama personel lain kepada Ifan.