• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Keluarga Cemara: Drama Keluarga Penuh Cinta

Keluarga Cemara menghiasi layar kaca di  awal tahun 2019. Film keluarga ini memang sangat ditunggu-tunggu, diadaptasi dari sinetron yang tayang di televisi di tahun 1990-an. Film Keluarga Cemara tahun 2019 ini disisipi dengan hal-hal yang kekinian agar lebih menyatu dengan penonton saat ini.

Keluarga Cemara diproduksi oleh Visema Pictures lalu digubah oleh Yandy Laurens sebagai sutradara.  Keluarga Cemara menceritakan sebuah keluarga yang beranggotakan Abah (Ringgo Agus Rahman), Emak (Nirina Zubir), Euis (Zara JKT48), dan Ara (Widuri Sasono) dengan konflik-konflik yang mereka hadapi. Di hari pertama tayang, film ini sudah mencapai 92.186 penonton. Film Keluarga Cemara pun mendapatkan 11 nominasi dari Piala Maya. 

 

Soundtrack lagu Keluarga Cemara juga diaransemen ulang, dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari. Lirik lagunya pun sudah tak asing lagi:

 

"Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling inndah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga."

 

​​Tokoh-tokoh yang Kuat

Tokoh-tokoh yang ada di dalam film ini berperan dengan baik. Sosok yang mereka perankan sangat menyatu dengan kepribadian yang digambarkan. Sosok Abah, ayah yang selalu ingin terlihat kuat dan baik-baik saja di depan keluarganya. Abah mengemban amanah sebagai kepala keluarga lalu mengikrarkan bahwa seluruh tanggung jawab anggota keluarga ada di tangannya. Ia menanggung beban seluruh keluarga pada dirinya sendiri.

Sementara, sosok Emak yang menggambarkan seseorang ibu yang sangat perhatian pada seluruh anggota keluarganya, menjadi sosok penenang dalam setiap keadaan. Keluarga dengan dua anak itu mulai mengalami masalah setelah kondisi menghadapi perekonomian sulit.

Anak pertamanya, Euis adalah anak berusia 13 tahun sekaligus seorang kakak.  Anak seusia itu masih labil, belum bisa melihat asalah dari sleuruh sisi, dan hanya terpaku pada hal-hal yang ia mau. Lalu, yang terakhir ialah sosok Ara yang menjadi si penggembira dengan sifat dan celotehan polosnya.

 

Cerita yang Sederhana dan Dekat dengan Keseharian

Cerita yang diangkat dari film ini tidak terfokus pada drama kemiskinan yang dialami oleh sebuah keluarga, tapi lebih pada bagaimana sebuah keluarga dapat melewati masa-masa keterkejutannya atas apa yang telah terjadi dengan hati yang lapang. Perubahan drastis terlihat pada keadaan yang mulanya mereka adalah keluarga yang mapan, dengan rumah yang megah, mobil yang bagus, sekolah yang berkredibel, dan segala materi mereka miliki. Lalu, ada suatu hal yang menyebabkan perusahaan yang dibangun oleh Abah bangkrut. Kemudian mereka jatuh miskin. Segala keterkejutan atas muculnya masalah yang tiba-tiba mengakibatkan perubahan kehidupan yang mereka jalani. Mereka harus mampu bertahan dengan kondisi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dan berusaha untuk tetap saling menguatkan antara satu dengan lainnya.

Dialog-dialog yang dibuat juga sangat sederhana, tidak ada kata-kata yang menggunakan majas-majas tinggi sehingga penonton sulit memahami. Di film ini dialog yang disuguhkan merupakan percakapan sehari-hari yang sering ditemui di rumah. Setting latar berada di Bogor mengakibatkan aksen yang digunakan menggunakan logat sunda. Hal tersebut pulalah yang menjadikan film ini terasa dekat, karena penggunaan bahasa daerah itu sendiri.

 

Cinta Sejati adalah Keluarga

Jika berbicara tentang cinta, banyak yang beranggapan bahwa laki-laki dan permpuan yag saling menyayangi satu sama lain. Cinta dalam film ini tidak hanya sekadar cinta perempuan dan laki-laki, tapi lebih kepada cinta ke keluarga. Keluarga merupakan orang-orang yang selalu ada saat senang maupun susah, saat berada di atas maupun di bawah, saat terkena musibah atau terkena anugerah. Keluarga selalu ada apa, bagaimana, dan di mana pun kodisinya. Saling memahami dan saling menguatkan antara satu dengan lainnya.

            Setelah menonton film ini kemungkinan di antara kalian akan rindu dengan keluarga dan suasana yang ada di rumah, sebagaimana slogan yang mereka buat #KembalikeKeluarga. Merasa bersalah pada ayah atau ibu karena terlalu sering menuntut, merasa ingin terus bermain dengan kakak/adik, atau bahkan merasa tidak ingin jauh dari keluarga. Film Keluarga Cemara sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga, karena kategori film ini untuk semua umur.

 

Sumber: IMDB

Sumber gambar: instagram.com/filmkeluargacemara

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0