Jelang Debat, Jokowi dan Prabowo Diharapkan Kuasai Masalah Ekonomi Indonesia

Jakarta - Debat Calon Presiden (Capres) telah memasuki babak terakhir. Menyambut debat terakhir, Indef mengadakan acara bertajuk Pemanasan Debat Kelima: Tantangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan di ITS Tower pada Kamis (11/04/2019).

Menurut direktur Indef Fadhi mengatakan dalam debat yang akan datang, capres Jokowi dan Prabowo harus mengetahui dinamika perekonomian global. 

"Capres harus tahu apakah dinamika perekonomian global ini suportif pada pertumbuhan ekonomi kita kata Fadhil

Menurut Fadhil, perekonomian dunia sedang melambat. Hal ini terjadi karena produksi global dari industri menurun drastis, harga ekuitas  turun dan terjadi kenaikan pada suku bunga acuan. 

"Di sisi lain, harga komoditas kita belum pulih ke situasi normal. Oleh karena itu komoditas ekspor belum bisa dijadikan pendapatan utama kita dalam dua sampai tiga tahun kedepan" Jelas Fadhil. 

Hal ini diperparah dengan ancaman krisis kredit di negara berkembang. Utang terus menumpuk sementara risiko gagal bayar utang terus melonjak.

Beda lagi pendapat Wakil Direktur Indef, Eko Listyant. Menurutnya, ekonomi Indonesia sebenarnya bisa tumbuh diatas lima persen. "Dulu kita pernah mencapai itu tapi sekarang cenderung stagnan," ungkap Eko.

Selain itu Eko menadaskan kalau pertumbuhan Indonesia masih jawasentris. Eko tidak menafikan ada prmbangunan di wilayah non-jawa tetapi, pembangunan tersebut masih memanfaatkan sumber daya jawa. 

"Pembangunan di Indonesia Timur masih memanfaatkan sumber daya dari Jawa" kata Eko menerangkan. 

Pemerintah juga dianggapnya tidak bisa memanfaatkan momen inflasi rendah untuk memantik daya beli masyarakat. 

"Ini paradoks" kata Eko heran saat menjelaskan mengenai masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia.

 

Reporter: Raihan Sujatmoko