Jalan Dipenuhi Bunga Mirip Sakura, Surabaya Jadi Rasa Jepang

Sejumlah jalan protokol di Kota Surabaya tampak semakin rindang dan cantik.  Hal itu lantaran terdapat banyak pohon tabebuya beraneka warna bermekaran, menjadi perhatian banyak masyarakat.

Tabebuya yang dianggap mirip bunga sakura seperti di Jepang ini ramai diperbincangkan warganet dan viral di media sosial. Pohon tabebuya ini berasal dari negara tropis, yakni Brasil. Namun, Pemerintah Kota Surabaya mendatangkannya dari Malang dan Kediri untuk membudidayakan pohon itu sejak 2010 lalu. Tabebuya juga dibudidayakan petani di Kebun Bibit Surabaya.

Tabebuya yang tumbuh di Surabaya memiliki beberapa varian warna, yakni kuning, pink, putih, dan warna ungu yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan bunga sakura.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser mengatakan, tabebuya itu kini tersebar di sejumlah jalan protokol Kota Surabaya, antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, dan Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Bunga tabebuya memiliki nama resmi Tabebuia Chrysotricha. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser mengatakan Tabebuya itu kini tersebar di sejumlah jalan protokol. Di antaranya yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, dan Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Tabebuya yang tumbuh di Surabaya itu memiliki beberapa varian warna. Diantaranya kuning, pink, putih, dan terakhir yakni warna ungu yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan bunga sakura. Bibit Tabebuya yang tumbuh subur itu berasal dari budi daya petani bunga yang berada di Kebun Bibit (Taman Flora) Surabaya. Pemkot memasoknya dari petani-petani yang berasal dari Malang dan Kediri.

Ide awal penanaman tumbuhan Tabebuya ini, tak lepas dari inisiasi Wali Kota Tri Rismaharini jauh sebelum ia menjabat saat menjadi Kepala Dinas di Surabaya.
Menurutnya, saat itu belum banyak tabebuya yang ditanam. Barulah ketika 2010, Pemkot Surabaya memulai secara serius melakukan penanaman sejumlah jenis pohon dan tanaman, seiring dengan peremajaan ruang terbuka hijau di Surabaya.

Penanaman Tabebuya ini bertujuan untuk menambah keasrian Kota Surabaya. Selain itu, juga memberi habitat yang alami bagi ragam biota yang menggantungkan hidupnya dari dan di atas pohon.

Mekarnya Tabebuya ini terjadi dua kali dalam setahun. Yakni sekitar awal tahun, pada bulan April dan menjelang akhir tahun pada bulan November, seperti sekarang ini. Uniknya, mekarnya tabebuya pada beberapa hari ini adalah fenomena yang unik, karena lazimnya bunga ini berkembang di waktu waktu musim kemarau, bukan pada musim menjelang hujan seperti sekarang ini. 

Penulis: Doni Eka Putra

Sumber : kompas.com cnnindonesia
Foto: Dishub Surabaya

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0