Isu Gender dan Anak di Masyarakat

Bogor - Undang -undang SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak) dan PPRA ( (Program Pemberitaan Ramah Anak ) menjadi hal yang bersinerji dengan isu gender dan anak.
Hal tersebut tergambar dalam Pelatihan Tentang Isu -Isu Gender dan Anak Bagi Komunitas Media Kampus yang berlangsung di Hotel Salak Tower, Bogor,  28 - 29 Maret 2019. 

Sekitar 30 mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadikan pelatihan sebagai ajang diskusi yang hangat setelah  para pemateri menyampaikan uraiannya.

Pelatihan diawali Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Indra Gunawan. 

Kampus diharapkan lebih responsif terhadap isu gender.PPPA mengharap peran serta media kampus sebagai pendorong kepedulian masyarakat terhadap isu gender. Kampus adalah lembaga yang masih memilik idealisme kental sehingga menjadi efektif untuk mendorong tercapainya kesetaraan gender.
 
Asisten Deputi  KPPPA yang juga pengamat gender, Sri Wahyuni menyampaikan pemahaman tentang gender sejak dari awal manusia lahir dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, perkembangannya sampai tahapan perilaku berbasis gender serta PUG atau Pengarus Utamaan Gender yang tujuannya untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, masyarakat harus mawas gender serta mempraktikkan kesetaraan gender dalam kesehariannya.

Undang-undang SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak ) dan PPRA ( Program Pemberitaan Ramah Anak) punya kaitan  dengan isu gender dan anak .

Drs.Kamsul Hasan SH, MH, Ketua Komisi Kompetensi Wartawan PWI Pusat yang mewakili PWI sebagai mitra KPPPA sebagai pemateri membuat suasana kepelatihan dan diskusi yang serius menjadi segar dengan penyampaian yang mengalir termasuk dengan memberi contoh berita yNg tidak melanggar Kode Etik Jurnalistik tapi melanggar UU PRRA.

Kepelatihan merupakan rangkaian dari program berkesinambungan KPPPA dengan PWI seperti biasanya mengundang kegairahan peserta dari beberapa perguruan tinggi seperti IISIP, IPB, Universitas Al Azhar, Esa Unggul, Universitas Bakrie, Akademi Televisi Indonesia . (ssu).

 

Foto: Desika Pemita