Ini Jenis Bibit yang Diekspor Indonesia di 2019

Jakarta - Jenis benih/bibit yang diekspor oleh Indonesia selama tahun 2019 diantaranya agave, kakao, kaktus, manggis, buah naga, sansieviera, tanaman aquarium, ornamental plants, bayam, buncis, cabai, kacang panjang, euphorbia, kelapa sawit, ketimun, labu, melon, dan paria. Total volume ekspor benih tahun 2019 sebesar 22.868,6 ton dalam bentuk kemasan box, batang dan lainnya dengan konversi nilai ekonomi sekitar Rp.109,2 miliar.

Sriyanto, Ph.D, Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, menyebutkan, berbagai upaya telah dan terus diupayakan pemerintah bersama mitra kerjanya untuk meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian khususnya komoditas pangan baik hortikultura, tanaman pangan maupun perkebunan, salah satunya adalah penyediaan benih yang berkualitas.

Kebutuhan benih yang berkualitas merupakan suatu keniscayaan bahkan beberapa komoditas masih mengandalkan ketersediaannya dari benih impor, karena produksi di dalam negeri belum mencukupi. Namun disisi lain, kitapun telah berhasil mengekspor benih ke pasar internasional dan dapat menyumbang devisa negara.

Pada kesempatan yang sama, BBUSKP juga meluncurkan aplikasi sistem informasi laboratorium Karantina SILAQU (Sistem Informasi Laboratorium Quarantine) yang didalamnya memuat fitur layanan pengujian standar QLAB (Quarantine Laboratory), layanan metode standar QLIS (Quarantine Laboratory Integrated System), layanan kontrol positif standar pengujian laboratorium QPOL (Quarantine Positive Control Laboratory). Aplikasi ini akan dimanfaatkan oleh semua stakeholder untuk menjamin pelaksanaan hasil pengujian yang memuaskan dengan prioritas tepat dan teliti serta dalam rangka mendukung akselarasi ekspor.

"Inovasi dan terobosan di segala bidang perkarantinaan terus dilakukan, kita bersiap dan komit mengawal dalam upaya mewujudkan visi besar Kementan dan kita bersama menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045," sebut Ali Jamil, Ph.D. - Kepala Badan Karantina Pertanian.

​​