Indonesia Sudah Dua Kali Menjabat Presiden DK PBB

Jakarta - Memimpin sidang negara-negara berpengaruh dan membahas tentang keamanan dunia jelas tidak mudah. Akan tetapi, Indonesia berhasil melewati itu. Indonesia berhasil memimpin sidang PBB baru-baru ini, di New York, Amerika Serikat. Bagaimana Indonesia bisa terpilih?

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia kepada Akutahu pada Jumat (10/05), terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan (DK) PBB merupakan bentuk kepercayaan dunia pada rekam jejak Indonesia, kompetensi, dan kapasitas diplomasi Indonesia.

Tetapi, kepercayaan tidak diperoleh Indonesia secara instan. Indonesia harus menggalang dukungan negara-negara lain untuk mempercayakan hak pilih mereka untuk memilih Indonesia pada Pemilihan Anggota DK PBB. Untuk ini, Indonesia telah menghadiri berbagai forum bilateral dan multilateral, Mengutus secara khusus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menemui 40 pemimpin negara berbeda, dan mengirim utusan khusus RI ke berbagai kawasan untuk menyelenggarakan sejumlah acara yang mendongkrak citra Indonesia di mata internasional.

Hasil dari kampanye Indonesia berbuah manis. Indonesia terpilih menjadi anggota DK dengan 144 suara. Indonesia terpilih bersama Belgia, Jerman, Afrika Selatan, dan Republik Dominika dengan status anggota tidak tetap DK PBB. Sekalipun tidak tetap, Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan anggota tetap untuk memimpin sidang dewan keamanan.

Menurut laporan resmi Kemenlu kepada wartawan Media Akutahu, Raihan Sujatmoko, Indonesia mendapat giliran menjabat Presidensi DK PBB sebanyak dua kali yaitu pada bulan Mei 2019 dan Agustus/September 2020. Semua anggota DK PBB baik yang tetap maupun yang tidak tetap mendapat jatah menjabat secara adil berdasarkan urutan alfabet nama negaranya dalam bahasa Inggris.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB bukanlah yang pertama kali. Indonesia telah empat kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB, yaitu pada periode 1973-1974, 1995-1996, 2007-2008, dan terakhir pada periode 2019-2020 tahun ini hingga tahun depan.