Indonesia di Ambang Resesi, ACT Inisiasi Geraka Lumbung Pangan

Indonesia berada di ambang resesi akibat pendemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II minus 5,32 persen. Demi membangun optimisme di masa pandemi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi Gerakan Nasional Lumbung Pangan.

“Perlu ada gerakan masif untuk memperbaiki keadaan. Kebaikan ini harus dilakukan bersama-sama. Melalui Gerakan Nasional Lumbung Pangan, kami berharap seluruh elemen masyarakat terlibat dalam memberikan sedekah pangan terbaiknya,” ujar Executive Vice President ACT Insan Nurrochman.

Meski memasuki era normal baru, belum semua aspek kembali menjadi normal. Perekonomian masyarakat kecil yang terdampak pandemi Covid-19 belum pulih. Banyak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mengalami penurunan penjualan bahkan sampai gulung tikar. Mereka kesulitan mendapatkan bahan baku produk juga kehilangan pembeli yag berdampak pada penghasilan usaha.

Menurut data BPS, sejak pandemi Covid-19, jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah 1,63 juta jiwa. Sampai Maret 2020 ini, tercatat jumlah penduduk miskin sebanyak 26,42 juta orang yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sejumlah 7,38%. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan 12,82%.

Dengan Gerakan Nasional Lumbung Pangan, semua elemen masyarakat dapat memberi bantuan kepada masyarakat lain yang perekonomiannya belum pulih. Harapannya, gerakan ini dapat membangun optimisme masyarakat di masa pandemi dan resesi ekonomi.

Insan menjelaskan bantuan yang dapat diberikan berupa uang tunai atau pun natura. Bantuan ini nantinya akan didistribusikan ke masyarakat pra sejahtera atau pelaku UMKM yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19. “ACT sendiri telah menyiapkan posko untuk menampung bantuan-bantuan dari masyarakat,” tambahnya.

Meski kondisi ekonomi bangsa terpuruk, pasti ada jalan keluar bagi pemulihan perekonomian bangsa dan masyarakat. Semangat untuk saling bantu dan peduli sesama dapat menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan bersama, yakni bangkit dari keterpurukan ekonomi di Indonesia. “Kedermawanan yang luas bermuara pada kebangkitan ekonomi masyarakat dan optimisme bangsa. ACT ingin bersama-sama membuat keadaan yang lebih baik di masa sulit ini. Kami memfasilitasi serta menghimpun bantuan dari masyarakat melalui Gerakan Nasional Lumbung Pangan,” tuturnya Presiden ACT Ibnu Khajar. (ARF)