Ilmu Bela Diri Ternyata Bisa Ditampilkan untuk Pertunjukan Seni

Berdiri sejak Agustus tahun 2018, pertunjukan Kalachakra flowart semakin banyak dinikmati masyarakat. Kalachakra pun turut serta dalam event pariwisata seperti Festival Payung yang diadakan di Kota Solo. 

Agil, salah satu pemain menceritakan awal kisahnya bergabung bersama Kalachakra flowart, “awalnya ikut bela diri pencak silat lalu ketemu komunitas double stick yang bisa freestyle pake alat beladiri nunchaku, makin kesini makin tertarik lalu ketemu Kalachakra flowart yaudah ikut gabung”. 

Kalachakra merupakan wadah bagi pegiat flowart di Kota Solo dan sekitarnya. Bertempat di Lemah Putih, Solo para anggota Kalachakra yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun pekerja berlatih teknik permainan secara rutin. “Disini antar anggota punya passion masing-masing jadi kita saling sharing teknik permainan alat, saling belajar bareng lah” ujar Agil.

Alat yang digunakan ada 3 yakni dami, lampu LED dan api. Dami biasa dipakai untuk latihan sedangkan LED dan api dipakai untuk pentas. Pemakaian alat saat pentas menyesuaikan berbagai kondisi seperti permintaan penyelenggara acara, lokasi, waktu serta tingkat keahlian pemainnya sendiri.