Gunakan Teknologi, Kemenkumham Sukses Mengelola Keuangannya

Jakarta - Memiliki Kementerian  yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, adalah tantangan tersendiri bagi Kemenkumham. Pembinaan dan Pengawasan atas pengelolaan keuangan menjadi isu yang dibahas pada acara Bincang Bisnis Persembahan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Jak TV pada Senin (17/06). Acara ini mengundang Ernadhi Sudarmanto (Deputi PIP Bidang Polhukam dan PMK BPKP), Bahtiar Arif (Sekjen BPK), Syarif Fasya (Walikota Jambi), dan Bambang Sariwanto (Sekjen Kemenkumham), dan dipandu oleh Isnaeni Achdiat (EY Partner).

Mengenai tantangan yang dihadapi kementeriannya, Bambang menjelaskan kalau tantangan Kemenkumham ada dua: pengendalian dan peningkatan kompetensi. Hal ini terjadi karena jumlah pegawai Kemenkumham yang sangat besar.

"Pegawai kami jumlahnya 66 ribu" terang Bambang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kemenkumham menggunakan teknologi digital yang membantu mereka dalam mengawasi kinerja dan meningkatkan kompetensi pegawai-pegawainya. Bagi Bambang, digitalisasi adalah kunci untuk mengatasi pekerjaan yang semakin banyak dengan cakupan wilayah yang cukup luas.

"Untuk peningkatan kompetensi kami menggunakan e-learning, kemudian untuk pengendalian kita juga menggunakan teknologi informasi baik lewat aplikasi-aplikasi maupun teleconference" terang Bambang.

Hasil digitalisasi ini tidak main-main bagi Kemenkumham. Mereka mendapatkan WTP sejak tahun 2012. WTP ini bertahan hingga tahun-tahun berikutnya.

"Kita harus menggunakan teknologi untuk pembinaan dan pengawasan tata kelola keuangan" tutup Bambang.