Generasi Milenial Harus Bisa Cegah Kekerasan Beragama

Jakarta -  Generasi milenial dianggap sebagai kelompok yang rentan mengidap paham intoleran. Oleh karena itu Lembaga penelitian Convey mengadakan Festival Meyakini Menghargai yang diselenggarakan pada Thamrin 9 Ballroom, Chubby Square,  Jakarta, Rabu, (20/02/2019).

Dalam acara ini, diadakan sebuah Talkshow mengenai hubungan anak muda dan toleransi yang diisi oleh Ayu dari Sabang Sampai Merauke, Nafi dan Christian. Selain itu, ada peserta pertukaran pelajar daerah,  dan content creator dari Cameo Project. 

Nafi mengatakan, "sebelum mengikuti pertukaran pelajar, banyak peserta yang memiliki perspektif yang negatif pada orang dari agama yang berbeda. Kini, setelah saling mengenal jadi lebih paham."

Data dari Cameo, 54% anak-anak milenials belajar agama dari internet. Ini menurutnya keadaan yang sangat miris mengingat baru sedikit portal media yang diverifikasi atau dengan kata lain memiliki kredibilitas.
Ini menjadi alasan mengapa Cameo Project memilih untuk mengentaskan masalah ini dengan cara membuat konten youtube yang menghancurkan banyak miskonsepsi mengenai berbagai orang yang sering mendapatkan diskriminasi.

Christian menyayangkan banyaknya anak muda yang intoleran. Padahal, mereka adalah generasi penerus bangsa.

"Orang yang intoleran adalah orang yang telah keluar dari cita-cita bangsa. Jadi kalau mendapat berita yang dirasa memecah belah, jangan dipercaya dulu. Selidiki terlebih dahulu kebenarannya," sebut Christian dari Cameo Project.

Selain menyelidiki, Cameo mengatakan cara intoleransi adalah jangan terpancing. Cameo Project sangat berpengalaman dalam menerima ujaran kebencian. Cara Cameo untuk menghadapinya adalah balas dengan santai. Lebih lanjut lagi Cameo punya pesan utama dalam menghadapi tindakan intoleran. 

"Kunci dari menghadapi intoleransi adalah komunikasi " pungkasnya.

Reporter: Raihan Sujatmoko