• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

GAME, Wujud Gerakan Literasi dalam Memerangi Hoaks

Budaya literasi merupakan suatu hal yang berkaitan dengan membaca dan menulis. Membaca dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi. Karena tidak ada yang bisa ditulis sebelum membaca terlebih dahulu, sebaliknya tidak ada bahan bacaan apabila tidak ada tulisan. Pepatah yang mengatakan “Jika ingin mengenal dunia membacalah!, dan jika ingin dikenal dunia menulislah!”, pepatah tersebut mengatakan bahwa betapa pentingnya arti membaca dan menulis bagi seseorang. Pasalnya sampai saat ini budaya literasi di Indonesia masih rendah. Hal ini terbukti bahwa mayoritas penduduk Indonesia meremehkan budaya literasi karena dianggap hal kuno dan membosankan.

Sebuah studi yang dilakukan Central Connecticut State University pada tahun 2016 mengenai “Most Literate Nations in The World" menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari total 61 negara, atau dengan kata lain minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen atau satu berbanding sepuluh ribu. Ironinya, angka ini berbanding terbalik dengan jumlah pengguna internet yang mencapai separuh dari total populasi penduduk Indonesia atau sekitar Rp 132,7 juta. Bahkan data yang dihimpun statista.com pada Januari 2018, disebutkan bahwa 44 persen populasi masyarakat Indonesia mengambil foto dan video menggunakan ponsel mereka.

Rendahnya budaya literasi tersebut yang memicu beredarnya berita bohong (hoax). Hal tersebut dikarenakan beragamnya berita masuk di berbagai media yang tanpa penyaringan dan peninjauan terlebih dahulu. Para pembaca dan penyebar berita tersebut enggan untuk meninjau kembali kebenaran dari berita tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu terobosan baru untuk meningkatkan antusiasme budaya literasi dalam meminimalisir beredarnya berita bohong (hoax).

GAME (Gerakan Membaca dan Menulis) Sebagai Wujud Gerakan Literasi Dalam Memerangi Penyebaran Berita Hoaks. GAME merupakan komunitas yang bergerak dalam meningkatkan budaya literasi. Komunitas ini diterapkan dijenjang pendidikan khususnya dijenjang pendidikan menengah. Di mana lingkup pendidikan merupakan awal dari proses pembelajaran yang utama. Tujuan dari GAME adalah untuk membentuk generasi GIAT (Generasi Intelektual Aktif Terdepan) yang berbudaya literasi. Kegiatan yang dicanangkan dari komunitas ini adalah pertama, membaca dan menulis melalui metode ODOP (One Day One Paragraph). Kedua, FGD (Foccus Grup Discussion) mengenai suatu isu yang menuntut peserta untuk membaca suatu literatur dahulu. Ketiga, mengadakan sayembara jurnalistik kemudian dibuat menjadi antologi karya yang nantinya digunakan sebagai sumber bacaan.

Dengan diimplementasikan berbagai kegiatan tersebut akan membantu untuk meningkatkan antusias berbudaya literasi bagi para pemuda khususnya. Oleh karena itu misi untuk mewujudkan generasi GIAT (Generasi Intelektual Aktif Terdepan) yang berbudaya literasi akan tercapai. Sehingga minat budaya literasi di Indonesia akan membaik di era digital saat ini dan dapat meminimalisir masuknya berita bohong (hoax).

sumber: www.suara.com

foto: ilustrasi hoaks (123.rf)

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0