Fisioterapi UNHAS Membuat Program Peningkatan Body Image untuk Anak Disabilitas

Makassar - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Fisioterapi Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) Universitas Hasanuddin membuat sebuah program yang berjudul "Fantasi Senja Pantai Losari Guna Meningkatkan Body Image Positif Pada Anak Penyandang Disabilitas Di YPAC Makassar" yang ditujukan kepada anak dengan disabilitas. Program ini berhasil didanai Oleh DIKTI sehingga dapat dilaksanakan. Pada program ini yang menjadi sasaran utama adalah anak dengan penyandang disabilitas kelas VII dan VIII di YPAC Makassar.

Tim yang diketuai oleh Dies Izzah Qonita (Mahasiswa Fisioterapi) dan keempat rekan tim yakni Dwi Agnasari, La Ode Abdul Haris Hijriansyah (Mahasiswa Fisioterapi), Muh.Septian Syukur (Mahasiswa Psikologi) dan Maulana Ahsan (Mahasiswa Ilmu Sosiologi) dibawah bimbingan Dosen Fisioterapi Unhas Bapak Yudi Hardianto, S.Ft.,Physio.,MClinRehab. membuat program fantasi senja pantai losari bagi anak dengan disabilitas.

Dies Mengungkapkan alasan yang melatarbelakangi mereka membuat terobosan tersebut.. Menurutnya, penyandang disabilitas di Indonesia memiliki kondisi yang cukup memprihatinkan. Hal tersebut dikarenakan stigma yang terdapat dalam masyarakat tentang disabilitas seperti tidak bermanfaat, hanya dapat menyusahkan dan masih banyak lagi yang membuat penyandang disabilitas menjadi terpuruk dan cenderung menutup diri terhadap lingkungan disekitarnya. masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa seseorang yang mengalami disabilitas merupakan sumber aib, sumber masalah, tidak berguna, sehingga keberadaan mereka justru hanya merepotkan. Akibat dari anggapan tersebut membuat anak dengan disabilitas memiliki body image (citra diri) yang negatif dalam dirinya.

Hal tersebut dapat membuat anak dengan disabilitas cenderung menutup diri, tidak pandai bergaul dan kehilangan kepercayaan diri  di lingkungan masyarakat. kehilangan kepercayaan diri membuat seseorang menjadi tidak produktif sehingga akan berdampak pada potensi dalam diri seseorang sulit untuk dikembangkan, padahal pada hakikatnya setiap manusia mempunya hak untuk dapat mengembangkan potensi dalam dirinya baik itu manusia normal maupun manusia dengan disabilitas. body image yang negatif juga dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. olehnya itu sangat penting dilakukan upaya peningkatan body image positif untuk anak dengan disabilitas.

Melalui program ini, Dies dan timnya membuat beberapa metode untuk meningkatkan body image positif pada anak dengan disabilitas sehingga mereka tetap memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mempunyai hak yang sama dengan manusia normal pada umumnya. serta mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. sebelum melaksanakan program ini, tim PKM-M terlebih dahulu melakukan pengukuran tingkat kepercayaan diri anak dengan disabilitas melalui kuisioner yang sudah disesuaikan dengan kondisi anak tersebut. selanjutnya metode yang dibuat untuk dapat meningkatkan body image positif dalam program ini yaitu,; Yosyik (Yoga Asyik) untuk merelaksasikan tubuh serta pemikiran anak dengan disabilitas, Fashion Class sebagai tahap inisiasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan mencari tahu bakat anak, Melukis imajinasi diharapkan mampu membuat anak dengan disabilitas melukiskan segala hal yang mereka pikirkan, Giveaway untuk memberi kesempatan anak dengan disabilitas dapat berbaur dengan masyarakat sehingga rasa empati dan kepekaan masyarakat terhadap anak dengan disabilitas perlahan dapat muncul, Pameran Lukisan Car Free Day yang merupakan pendampingan terakhir dengan menampilkan hasil karya yang mereka hasilkan selama program.