• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Fenomena Migrasi Paksa di Asia Tenggara

Gelombang perpindahan suku Rohingya dari Myanmar adalah contoh masalah migrasi paksa di Asia Tenggara. Mereka dipaksa keluar dari Myanmar karena kewarganegaraan mereka tidak diakui. Akibatnya mereka dianggap sebagai imigran ilegal bagi negara-negara tetangga, seperti Bangladesh.

Kompleksitas ini dibongkar secara mendalam pada Seminar Kejahatan Transnasional, Khususnya Migrasi Paksa di Asia Tenggara, yang diselenggarakan di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Senin (04/02/2019).

Menurut Ahli Politik Keamanan LIPI, Prof. Tri Nuke Pudjiastuti  menyebutkan, "kerumitan permasalahan ini berasal dari para imigran yang membuat istilah imigran ilegal atau bahasa akademisnya, imigran ireguler, yang sebenarnya kurang tepat."

Fenomena itu lebih cocok dianggap sebagai migrasi paksa. Alasannya, mereka adalah korban yang imigrasi karena tekanan yang datang.

"Istilah migrasi paksa lebih cocok untuk menjelaskan fenomena migrasi yang ilegal ini. Para imigran adalah korban yang berimigrasi karena tekanan dari internal maupun eksternal, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tekanan ini dapat berbentuk kekerasan struktural dari negara sampai penjualan manusia," Nuke menambahkan.

Nuke memberi contoh lain pada kasus penyelundupan manusia. Imigran (ilegal) sengaja membayar sejumlah uang kepada para penyelundup, tidak berarti mereka bukanlah korban. Ada banyak kasus dimana keadaan politik yang tidak stabil memaksa para calon imigran untuk melakukan apapun agar bisa keluar dari tempat tinggalnya seperti yang terjadi di Rohingya. Termasuk membayar penyelundup dengan sejumlah uang yang jumlahnya tidak sedikit. 

Atas alasan ini, Nuke mengadvokasi penggunaan istilah ‘migrasi paksa’ untuk menggantikan istilah ‘migrasi ireguler’ atau ‘imigrasi ilegal’ yang masih digunakan oleh semua institusi internasional saat ini.

Penulis : M. Raihan Sujatmoko

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0