• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Douwes Dekker, Sang Inspirator Revolusi

Siapa yang tak mengenal Douwes Dekker, (DD) sebutan lain Douwes Dekker. Sosok inspirasi pengerak revolusi Indonesia berdarah Belanda, Prancis, Jerman, dan Jawa. Sosok pemberani kelahiran 8 Agustus 1879 di Pasuruan, Jawa Timur. Namanya mengudara di tanah bumi pertiwi karena semangatnya yang bergelora dibandingkan dengan penduduk bumiputera.

Nama aslinya, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker atau yang kini dikenal dengan Danurdjia Setiabudi merupakan figur organisator sekaligus pemuda Indonesia yang tak lelah berjuang demi Indonesia. Kecintaannya terhadap tanah air membuat Douwes Dekker rela mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk kemerdekaan Hindia (sekarang Indonesia). Douwes Dekker terkenal dengan kemahiran dalam tur propaganda yang akhirnya menginspirasi Tjokroaminoto dalam menghimpun massa, konsep nasionalisme yang dia miliki berperan penting dalam mendirikan partai Nasional Indonesia buatan Soekarno.

Ketajaman tangannya menulis dan mengkritik Pemerintah membuatnya ditahan dan dipenjarakan. Douwes Dekker bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara berhasil membentuk organisasi politik pertama di Indonesia  yaitu Indische Partij. Organisasi Politik yang berhasil menggentarkan Pemerintahan Hindia-Belanda. Karena dia lah, Douwes Dekker sang Inspirator Revolusi.

Douwes Dekker bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara berhasil membentuk organisasi politik pertama di Indonesia  yaitu Indische Partij, organisasi politik dengan gagasan-gagasan besar dan memiliki cita-cita memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua ras yang ada di Hindia. Organisasi politik ini jauh lebih radikal dibandingkan dengan Boedi Oetomo, dengan mengusung program partai berupa perombakan dibidang pelayanan administrasi.

Kemunculan Indische Partij ini disambut gegap gempita oleh masyarakat Hindia. Kehadiran Indishe Partij berhasil meniupkan roh di awal masa pergerakan. Tur propaganda yang dilancarkan Douwes Dekker pada tahun 1912 dengan tujuan untuk menyiarkan Indische Partij dilakukan di beberapa daerah di Jawa. Indische Partij berhasil merekrut 7.300 anggota dan membuka 30 cabang Indische Partij. Kehadiran organisasi partai ini dianggap oleh pemerintah Hindia Belanda mengancam keamanan mereka, sehingga organisasi ini hanya bertahan tujuh purnama karena pemerintah melarang keras organisasi ini. Pada tanggal 31 Maret 1913 Indische Partij resmi dibubarkan dan semua anggota beralih ke Insulinde.

Douwes Dekker bukan hanya ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda karena memiliki kecerdasan dalam menggerakan massa, namun juga Douwes Dekker selalu berusaha menentang pemerintah melalui tulisan. Tulisan-tulisanya sangat keras menentang kolonialisme. Aksi perlawanan yang gencar dilakukan oleh Douwes Dekker mengakibatkan ia kerap kali mendapatkan hukuman berupa penjara hingga dijatuhi hukuman mati.

Pertama kali pada tanggal 21 Juli 1913, ia harus ikut ditahan karena mendukung tokoh bumi Putera yang dipenjarakan Pemerintah Hindia-Belanda. 6 September 1913 Douwes Dekker, Tjipto, dan Soewardi dibuang ke Belanda. Lalu pada 1915, Douwes Dekker ditangkap dan dijatuhi hukuman mati  karena berhubungan dengan tokoh perjuangan yang melawan kolonialisme Inggris, namun pada 1917  hukuman mati ini dibatalkan oleh Komandan Tertinggi Inggris di Singapura tetapi tetap menjalani hukuman penjara di beberapa negara. Pembungan ke Suriname, dipenjarakan di Fort Nieuw Amsterdam, kemudian dipindahkan ke penjara Fort Zeelandia hingga kembalinya ia ke Bandung pada Juni 1949. Semua tindakan yang dia dapatkan tidak membuat semangatnya luntur justru Douwes Dekker semakin bergelora untuk memerdekakan dan mengembangkan gerakan nasionalisme, karena dialah Douwes Dekker Sang Inspirator Revolusi. 

Sumber : Majalah Tempo

Sumber Main Image : Google.com.