Diplofest Menyapa Ranah Minang

Padang menjadi kota keempat diselenggarakannya Diplomacy Festival (Diplofest) oleh Kementerian Luar Negeri RI pada 1-2 Februari 2019 yang lalu. Diplofest menghadirkan dua kegiatan, yaitu public lecture dan festival diplomasi. Dalam public lecture, para peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa berdiskusi langsung dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Convention Hall Universitas Andalas, Padang. Sebelumnya, Direktur Jenderal Multilateral, Febrian A. Ruddyard telah membahas mengenai kreatif ekonomi di Universitas Negeri Padang pada 1 Februari 2019. 

Dalam public lecture, Menlu Retno memaparkan bahwa Indonesia, terutama generasi muda tidak boleh "take peace for granted". Selain itu, Menlu Retno juga mengingatkan kepada semua generasi muda Indonesia untuk tetap menghormati perbedaan, menjaga kedamaian antar sesama, jangan sampai terjadi konflik, dan berbuat baik bagi Indonesia.

Tidak hanya itu, Menlu Retno juga menjelaskan isu-isu yang sedang hangat dibahas dunia internasional. Seperti Indian Ocean Rim Association (IORA), Palestina, Afghanistan, dan Rakhine State. Dari beberapa isu yang dibahas, para peserta lebih mengutarakan perhatian kepada Palestina. Dilihat dari beberapa pertanyaan peserta public lecture. 

Menlu Retno menjelaskan bahwa Indonesia terus secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Di mana pada Open Debate DK PBB yang dihadirinya, Indonesia mengangkat isu Palestina pada 22 Januari 2019. Indonesia menegaskan, tidak ada solusi lain untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina, kecuali "two state solution".

Setelah melaksanakan public lecture, rombongan Menlu bertolak ke Lapangan Imam Bonjol Padang, tempat diadakannya festival diplomasi. Di sini, para pengunjung bisa mengunjungi booth yang disediakan seperti Edu Fair, Talking Point, UNSC and Bilateral Simulation, Protocol 101, dan hiburan dari RAN, Yura Yunita, dan Payung Teduh.

Sumber : kemlu.go.id

Foto : kemlu.go.id