Indonesia kaya akan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, begitu istilahnya. Tak hanya batik yang menjadi warisan leluhur, tapi ada beberapa pakaian tradisional lainnya. Untuk membuktikan itu, Putri Pariwisata Indonesia 2018 , Wilda Octaviana Situngkir membawa sesuatu yang unik di ajang Miss Supranational 2018.

Wilda memilih kostum dinamakan “The Scared Hudoc” By Jember Fashion Carnival National Costume Indonesia. Kostum yang dipadu topeng yang terlihat mengerikan, tapi tetap cantik. Bahkan, secara bersamaan juga terlihat sakral. 

“Bumi mencurahkan segala hanya kepada mereka yang mau bersyukur dan menjaga”. Petuah yang dijunjung tinggi oleh masyarakat dayak inilah yang selalu dijaga dan diwariskan kepada anak cucu, salah satunya melalui tarian topeng hudoq.

Hudoq artinya menjelma, dalam tarian ini dipercaya bahwa sosok yang sang penjaga akan menjelma mengusir hama penyakit dan bencana kehidupan. Topeng yang dikenakan Wilda merepresentasikan sifat yang mewakili kebijakan dan merupakan dewa pelindung dalam kepercayaan dayak kuno. Bentuk mata besar, paruh dan mulut terbuka lebar, serta gigi yang mencolok sebagai perwujudan kekuatan dan kehormatan. 

Meskipun sarat unsur mistis dan pengaruh animisme warisan leluhur, tarian topeng hudoq menunjukan bahwa masyarakat dayak selalu menjunjung tinggi segala bentuk komunikasi, baik terhadap sesama maupun pencipta

Miss Supranational adalah kontes kecantikan yang diprakarsai oleh World Beauty Association dengan kantor pusat di Panama, diadakan sejak tahun 2009. Pada penyelenggaraannya Miss Supranational memilih top 15 pada babak final. Pada 2010 format finalis diubah menjadi top 20 dan dilanjutkan dengan top 10 dengan sesi busana renang dan gaun malam. 

Penghargaan khusus yang diberikan Miss Supranational Best National Costume, Best Body, Best Talent, TOP Model, Miss Photogenic, Miss Elegance, Miss Friendship, Miss Personality, Miss Internet  Miss Bikini, Best Evening Gown, Miss Fashion dan Miss Multimedia Awards serta penghargaan bagi pemenang regional yang meliputi benua Afrika, Amerika, Asia & Oseania (Asia Pasifik) dan Eropa.

Puteri Indonesia Pariwisata 2018 ini akan bersaing dengan 82 finalis dari berbagai negara, dan akan menjalani masa karantina mulai tanggal 18 November 2018.

Khusus untuk pembekalan mengenai filsafat dan isu terkini, wanita kelahiran 27 Oktober 1995 ini mendapat mentoring langsung dari Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, Prof Wardjiman Djohonegoro. Hal yang tidak ketinggalan dan juga paling menantang untuk dipelajari oleh Wilda yakni Bahasa Inggris. Wilda mengakui ia masih harus mempelajari Bahasa Inggris lebih dalam.

Selain itu, Wilda nantinya juga akan membawa sejumlah gaun dari desainer ternama Indonesia. Beberapa di antaranya, karya Eko Tjandra, Anne Avantie dan Dynand Fariz. (Penulis: Doni Eka Putra)

Sumber : 
Viva.co.id
Liputan6.com

Sumber foto:
Instagram/@garudapageants

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
10
funny
0
angry
1
sad
1
wow
1