Demi Mengejar Peningkatan Volume Ekspor, Kementan Adakan Pelatihan

Jakarta - Dalam usaha peningkatan volume ekspor komoditas pertanian, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) menggelar pelatihan khusus bagi 32 eksportir benih komoditas pertanian asal Jabodetabek, Jabar, Jateng, dan Jatim. BBUSKP adalah unit kerja dibawah Badan Karantina Pertanian (Barantan) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Saat ini ada 58  negara tujuan ekspor (importir) benih komoditas pertanian  kita, ini harus kita jaga dan bahkan kita tingkatkan ke depan. Agar tidak ada hambatan teknis persyaratan SPS (Sanitary dan Phytosanitary), kita dari Badan Karantina Pertanian siap mengawal," kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat membuka acara Bimbingan Teknis di Jakarta, Jumat (5/7).

Menurut Jamil, upaya ini dilakukan untuk penerimaan komoditas benih Indonesia di pasar dunia. Jamil menambahkan, benih-benih yang akan diekspor harus memiliki mutu yang baik. Diantara ciri dari benih dengan mutu baik adalah tingkat kemurnian spesies tinggi, fisik benih yang terjaga, dan bebas dari patogen (bakteri, virus, dan cendawan).

" Kita di Badan Karantina memiliki kompetensi yang telah diakui dunia, ini harus dibagi kepada pelaku usaha agar ekspor maupun penerimaan benih komoditas pertanian kita di pasar global bisa meningkat," jelasnya bangga.

Menurut Kepala BBUSKP, Sriyanto mengatakan, benih/bibit yang akan diekspor tahun 2019 diantaranya agave, kakao, kaktus, manggis, buah naga, sansieviera, tanaman aquarium, ornamental plants, bayam, buncis, cabai, kacang panjang, euphorbia, kelapa sawit, ketimun, labu, melon, dan paria.