Dedikasi Dokter Lintas Batas di Gaza

Gaza -  Pada tanggal 14 Mei 2018, tentara Israel menembak lebih dari 1.300 Palestina, menewaskan 60 dari mereka, selama protes mingguan oleh pagar antara Gaza dan Israel. Setahun kemudian, banyak dari mereka yang terluka masih bergumul dengan konsekuensi yang menghancurkan dari luka mereka.

Itu adalah pertumpahan darah dengan korban luka-luka yang parah, menyebabkan rumah sakit di seluruh Gaza kewalahan. Doctors Without Borders/Médecins Sans Fronti─Śres (MSF) atau Dokter Lintas Batas bekerja keras menyelamatkan nyawa banyak orang. 

Masih teringat jelas di benak warga Gaza saat banyak orang terjebak dalam bangunan. Sementara efek dari cedera masih terasa. Dokter Lintas Batas berharap bisa membuat perawatan yang memadai.

"Untuk mengobati warga di Gaza, kami telah membuka dua bangsal rumah sakit. Jumlah itu meningkat. Kami juga berusaha menyelamtkan banyak nyawa. Namun, kami tetap kekurangan, ahli bedah dan spesialis antibiotik. Mereka sangat diperlukan, " kata Marie-Elisabeth Ingres, Kepala Misi MSF di Palestina, melalui  siaran pers yang dikirimkan Dokter Lintas Batas, Jumat (17/5/2019), 

Selain itu, kendala yang dialami oleh para dokter dari organisasi kemanusiaan ini adalah bahasa. Mereka harus menggunakan beberapa kota kasa Bahasa Arab yang tak biasa hingga menggunakan bahasa tubuh.

Meski begitu, mereka tetap berusaha menyelamatkan banyak korban yang jatuh. Melihat beberapa dari korban selamat atau berangsur membaik, menjadi hal indah bagi para dokter di sana.