Biodiversity Award 2019, Demi Puspa dan Satwa Indonesia yang Beragam

Bogor – Memanfaatkan momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) adakan “Kick-off Penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) dan Penganugerahan Biodiversity Award 2019 – Legacy in Biodiversity” bertempat di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor Jawa Barat pada Selasa 5 November 2019.

Walikota Bogor Bima Arya, salah satu pendiri KOBI Prof.Dr.Sutiman Bambang Sumitro, Ketua Dewan Penasihat KOBI dan Dewan Pengarah Komite IBI Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, Ketua KOBI Prof.Dr.Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., anggota dan pengurus KOBI, dan Ketua Dewan Pengarah IBI Prof. Jatna Supriyatna, Ph.D menjadi deretan tamu acara.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) telah menyepakati 17 tujuan pembangunan global sebagai arah menuju pembangunan berkelanjutan nasional. Secara khusus, tujuan ke-14 (Menjaga Sumber Daya Laut) dan tujuan ke-15 (Menjaga Ekosistem Darat) ditujukan untuk menjawab tujuan pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati darat, air tawar, dan laut secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Untuk ini diperlukan satu indikator pengukuran yang konsisten, demi memastikan efektifitas pengelolaan aset keanekaragaman hayati Indonesia.

KOBI merancang suatu pendekatan untuk pengukuran Indeks Biodiversitas Indonesia atau Indonesia Biodiversity Index (IBI). Melalui komite IBI yang merupakan bentuk kerjasama KOBI dengan kementerian dan lembaga terkait diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, BKF-Kementerian Keuangan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Pusat Statistik serta Forum Komunikasi Konservasi Indonesia (FKKI) sebagai kelompok masyarakat madani.

“Komite IBI merupakan kerja kemitraan pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat madani untuk mewujudkan tercapainya target tujuan TPB di Indonesia, khususnya IBI akan berkontribusi pada pencapaian Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) dan target tujuan ke 14 dan ke 15 TPB. Metode yang akan kami kembangkan mengacu pada Living Planet Index, yang telah digunakan sebagai alat ukur keanekaragaman hayati global”, jelas Prof.Jatna Supriyatna, Ph.D.

Senada dengan hal tersebut, Prof.Budi Setiadi Daryono, mengungkapkan “Inisiasi kerangka Komite-IBI dilucurkan pada The 2nd KOBI International Conference di Universitas Tanjungpura, Pontianak Kalimantan Barat pada 6 September 2019 yang lalu. Harapannya dalam dua tahun ke depan yaitu tahun 2021, Komite IBI sudah menyusun indeks resmi yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia, sehingga bisa menggambarkan kekayaan dan keanekaragaman hayati Indonesia secara terintegasi.”

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Akademisi, khususnya KOBI yang beranggotakan lebih dari 300 Program Studi Pendidikan Biologi, Biologi, Bioteknologi, Mikrobiologi dan ilmu-ilmu sejenis, di seluruh Indonesia, siap mendukung dan bekerja bersama melalui Komite-IBI. Akademisi memiliki peran strategis yaitu menetapkan metode dan pengumpulan data untuk memastikan Indeks Biodiversitas Indonesia dapat berkontribusi sebagai indikator TPB dalam pengelolaan keanekaragaman hayati; pengembangan sumber daya, teknologi dan kearifan lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati; dan peningkatan konservasi dan rehabilitasi keanekaragaman hayati.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi di dunia, oleh karenanya sangat dibutuhkan sistem pengelolaan informasi dan data keanekaragaman hayati yang mumpuni. Keberadaan IBI diagendakan menjadi salah satu dasar rekomendasi bagi pengambilan keputusan terhadap arah pembangunan keanekaragaman hayati Indonesia dan penyusuan sub-bab konservasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

Penganugerahan Biodiversity Award 2019 juga digelar, inisiatif untuk memberikan apresiasi kepada tokoh masyarakat yang berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Biodiversity Award 2019 pertama ini dianugerahkan kepada Ibu Negara RI ke-6, (almarhumah) Ani Yudhoyono atas dedikasi beliau mendokumentasikan keanekaragaman hayati di Indonesia dalam bentuk buku berjudul “3.500 Plant Species of The Botanic Gardens of Indonesia” dan “Koleksi Tanaman Herbalia Istana Cipanas”. Susilo Bambang Yudhoyono mewakili Ani Yudhoyono. Dia didampingi keluarga dan kerabat dekatnya.