Berkenalan dengan Komunitas Aksi Baik Bangka Belitung

Apa yang pertama kali sobat pikirkan ketika mendengar nama Provinsi Bangka Belitung? Pantainya yang indah? Film Laskar Pelangi? Atau kuliner sedap nan pedasnya? Ternyata Bangka Belitung tidak hanya menarik karena pariwisata dan kulinernya saja, melainkan juga karena banyaknya komunitas pemuda, terutama sosial, yang berada di sana. Komunitas-komunitas tersebut seringkali berkolaborasi untuk melakukan penggalangan dana ketika ada bencana yang menimpa daerah-daerah di Indonesia yang membutuhkan bantuan secara cepat.

Salah satu komunitas sosial sekaligus pendidikan, yang sudah ada cukup lama di Bangka Belitung adalah Komunitas Aksi Baik Bangka Belitung. ABB, yang merupakan singkatan dari Aksi Baik Bangka Belitung, telah ada sejak Desember 2016. Menginjak usianya yang ke 2, jumlah anggota ABB sudah lebih dari 200 orang. Tidak hanya di Bangka Belitung, melainkan juga di Provinsi-provinsi lain di Indonesia serta beberapa kota lain di Dunia. Wohh kok bisa ya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini adalah Penggalangan dana untuk daerah yang sedang terkena bencana, talkshow edukatif, serta campaign-campaign kreatif untuk menumbuhkan awareness masyarakat sekitar terhadap isu-isu sosial, salah satunya tentang Sustainable Development Goals.

Founder atau Pendiri dari Komunitas ABB adalah Ghaida Roshuna. Pada waktu itu ABB merupakan komunitas yand dibangun oleh Ghaida dengan beberapa orang temannya sebagai tindak lanjut dari program pertukaran pemuda ke Korea Selatan yang baru saja diikutinya. Kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh ABB adalah Pembuatan Rumah Baca atau Perpustakaan Gempita di Desa Kurau Bangka Tengah dan diresmikan pada Bulan Februari 2017.

Pada Bulan Juli 2017, banjir yang cukup besar melanda sebagian besar daerah di Belitung dan beberapa titik di Bangka. Untuk membantu saudara-saudara yang terkena dampak negatif dari banjir tersebut, ABB kemudian mengajak belasan komunitas lain di Bangka untuk berkolaborasi dalam penggalangan dana serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai parahnya bencana yang sedang terjadi. Kolaborasi tersebut merupakan titik awal dari kolaborasi-kolaborasi lanjutan yang dilakukan oleh komunitas-komunitas di Bangka dan Belitung. Komunitas yang tergabung tidak hanya berlatarbelakang sosial, namun banyak juga merupakan komunitas pariwisata, literasi, komunitas motor, bahkan hingga komunitas pecinta hewan eksotis.

Kolaborasi lanjutan yang dilakukan diantaranya adalah Penggalangan Dana untuk Gempa di Lombok. Gempa dan Tsunami di Sulawesi, Tsunami di Banten dan Lampung, serta beberapa penggalangan dana untuk masyarakat kurang mampu yang sedang tertimpa musibah di Bangka Belitung. Kegiatan-kegiatan tersebut akhirnya mendapatkan perhatian yang cukup baik juga dari media-media nasional. ABB kemudian beberapa kali berkolaborasi dengan Metro TV, RCTI, Net TV, dan tentunya Media Aku Tahu dalam meliput kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan.

Cukup seringnya kolaborasi yang dilakukan oleh komunitas-komunitas tersebut akhirnya menumbuhkan rasa persaudaraan serta solidaritas yang tinggi di antara mereka. Tak ayal ketika Desember 2018 lalu ABB mendapatkan begitu banyak ucapan dari komunitas-komunitas, media-media lokal dan nasional, salah satunya dari Media Aku Tahu, serta tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Indonesia ketika mengadakan syukuran ulang tahun yang ke 2 di Rumah Baca Gempita.

Sumber:

Aksibaikbabel.org

Youtube.com Official Net News

Inews Pangkal Pinang Official

Gambar:

Instagram Aksi Baik Babel