Bekasi Berencana Gabung dengan Jakarta, Ini Komentar Sang Ahli

Jakarta - Wacana penggabungan daerah baru saja digulirkan oleh Rahmat Effendi. Rahmat Effendi mengatakan banyak warga Bekasi yang memilih menjadi bagian dari Provinsi DKI Jakarta.

Pernyataan ini merupakan respons terhadap rencana Walikota Bogor, Bima Arya Sugiharto yang ingin memekarkan Bogor menjadi Provinsi Bogor Raya dimana Bekasi termasuk di dalamnya.

Menanggapi wacana ini, Kepala Pusat Penelitian Politik (P2P) Lipi, Prof. Firman Noor memandang skeptis mengenai wacana penggabungan daerah.

Dalam wawancara menggunakan aplikasi Whatsapp kepada jurnalis Media AKUTAHU pada Rabu (21/08), Ia mempertanyakan urgensi dari penggabungan ini.

"Tidak semudah itu. Proses politik bisa saja menghambat. Lagipula buat apa? Ini hanya akan memperpanjang rantai birokrasi dan pelayanan" Terang Prof. Firman.

Prof. Firman menambahkan, harapan warga Bekasi untuk mendapatkan fasilitas yang dinikmati warga Jakarta tidak semudah itu diwujudkan dalam kenyataan.

"Jelas Tidak lah. Terlalu simplistik kalau itu alasannya. Pemdanya lempar tanggung jawab saja." Tegas Prof. Firman

Dalam Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2007 memang telah diatur mengenai mekanisme pembentukan, penggabungan dan penghapusan daerah. Pada Pasal 4 dari peraturan ini, memang diatur tentang syarat pemekaran provinsi dan penggabungan daerah yang berbeda provinsi tapi dekat dengan provinsi tersebut. Akan tetapi ada syarat administratif, teknis dan fisik kewilayahan yang harus dipenuhi. Keputusan akhir pun jatuh kepada pemerintah pusat dan menggunakan APBN seperti tertuang dalam peraturan tersebut.