Bahan Ramah Lingkungan Ternyata Bisa Dibuat Artistik

Jakarta - Ada berbagai macam cara yang bida dilakukan dalam melestarikan lingkunan. Salah satunya, dengan mamfaatkan bahan-bahan ramah dalam membuat desain.

Hal itu yang dilakukan Viro. Produk dari PT Polymindo Permata mengmbil  kata  'environment'  sebagai  manifestasi komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Saat ini, Viro memperkenalkan bahan  'eco-faux', kombinasi antara bahan non-natural High-Density Polyethylene (HDPE) dengan mineral alami sehingga ramah lingkungan dan dapat  didaur  ulang.

Bahan yang digunakan Viro juga bisa terurai  sepenuhnya, hingga tak membuat sampah semakin mnumpuk.  Dengan  mengedepankan  penerapan  ilmu pengolahan material, bahan eco faux juga memiliki kelebihan seperti tahan api (fire retardants)  untuk material bangunan  dan  juga  aman untuk kontak makanan bagi produk konsumen.

Memiliki  akar  kuat  sebagai  perusahaan  Indonesia,  Viro  juga  berkomitmen  untuk  senantiasa menjaga budaya khas Indonesia, khususnya seni anyaman. Dalam membuat produknya, pendekatan bahan dan desain tradisional yang mengedepankan tema tropis, yang bekerjasama dengan mitra pengrajin.

Selama 13 tahun, Viro berusaha menjunjung tinggi nilai profesionalisme, akurasi, dan produktivitas. Hasilnya, eksistensinya terlihat tidak hanya di kancah nasional, namun juga internasional. Tercatat  lebih  dari  100  proyek  (dari  perumahan,  hotel,  resor,  hingga  taman  hiburan) yang menggunakan solusi eco faux dari Viro telah tersebar di berbagai belahan dunia seperti Amerika, Eropa, Tiongkok, Maldives, Fiji, dan Timur Tengah.