Andaliman, Si Merica Batak

http://akutahu.com/uploads/files/file_5c325c1e08985.png

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memiliki bentuk bulat kecil dan aroma yang khas serta rasa tajam dan rasa getir di lidah. Buah Andaliman sebagai bumbu masakan khas Batak menjadikan makanan memiliki rasa yang khas bagi masyarakat sekitar. Tentu merica Batak yang satu ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena mengandung vitamin C dan E serta senyawa-senyawa terpenoid yang cukup tinggi.

Andaliman merupakan jenis tanaman rempah khas Sumatera Utara yang banyak dijumpai di daerah Kabupaten Toba Samosir. Hampir 90 persen  penduduk Desa Borbor, Balige dan Silaen  menanam Andaliman.  Tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1.200-1.500 m dpl. Tanaman Andaliman memiliki buah yang berbentuk bulat kecil, berwarna hijau, tetapi akan berubah warna menjadi kehitaman jika sudah kering.

Tanaman Andaliman memasuki masa panen di usia tanam 1.5 tahun. Jika tidak terganggu oleh cuaca, satu batang Andaliman bisa menghasilkan 5-7 Kg. Masa hidup tumbuhan ini bisa mencapai 10-15 tahun, cukup lama untuk sebuah tumbuhan yang menghasilkan keuntungan.

Buah Andaliman yang dikenal dengan nama lokal andaliman (Toba) atau sinyar-sinyar (Angkola)  digunakan sebagai bumbu masakan khas Batak seperti tanggo-tanggo, manuk napinadar, arsik, dan saksang. Buah Andaliman (Merica  Batak) sebagai bumbu yang tak tergantikan  atau bisa disebut juga sebagai bumbu utama bagi masyarakat setempat.

http://akutahu.com/uploads/files/file_5c325e6d13193.png

 

 

 

 

 

Sumber : Dokumen Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, 2011

Buah Andaliman memiliki aroma minyak atsiri yang khas dengan rasa tajam dan rasa getir di lidah serta hangat sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati  rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai  atau lada. Rasa kelu di lidah ini disebabkan  adanya kandungan hydroxy-alpha-sanshool  pada rempah Andaliman (Merica Batak) ini.  Reaksi kelu yang muncul dilidah sangat khas  membuat penikmat Andaliman itu sendiri  merasa ketagihan untuk mencicipinya berulang -ulang.

Pohon Andaliman berupa perdu yang  cukup rimbun. Batang pohonnya penuh duri  runcing berwarna marun. Ujung batang  runcing ini menyembunyikan pucuk-pucuk  muda buah Andaliman. Buahnya sendiri  tumbuh dari batang. Andaliman sangat mirip  dengan lada. Kemiripannya itulah yang jadi  alasan kenapa Andaliman kerap disebut sebagai merica batak.

 

Sumber :

Kristanty, R. E. and Suriawati, J. (2015). The Indonesian Zanthoxylum acanthopodium DC. : Chemical And Biological Values. International Journal of PharmTech Research. Vol. 8 : 313-316.

Sembiring M. (2017). Perlindungan Hukum Terhadap Andaliman (Merica Batak) Sebagai Indikasi Geografis Di Kabupaten Toba Samosir. jurnal masalah-masalah hukum. No.46 : 318-327.

Siregar, B. L. (2013). The Germanion A Dormancy Breaking of Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) Seed. Jurnal Argon Indonesia. Vol. 3 : 249-254.