Alat Penyedot Sampah Buatan Mahasiswa, Jaga Laut Lebih Bersih

Jakarta - Pencemaran lingkungan laut merupakan salah satu isu penting yang sedang marak diperbincangkan di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara, salah satu wilayah kelautan yang mengalami kerusakan akibat pencemaran adalah Pelabuhan Belawan.

Kerusakan ekosistem laut terus meningkat seiring peningkatan jumlah sampah laut dalam bentuk limbah cair maupun limbah padat. Diperkirakan sekitar 80% sampah di laut berasal dari aktivitas manusia di daratan seperti penebangan hutan, buangan limbah industri, limbah cair domestik, dan limbah padat. Sedangkan, sisanya sebesar 20% berasal dari aktivitas di laut seperti  kegiatan transportasi perkapalan, pertambangan, eksplotasi minyak dan gas bumi, dan pariwisata.

Jumlah dari keberadaan sampah laut semakin meningkat dengan hampir 60-80% sampah laut terdiri dari sampah plastik. Menurut hasil penelitian Jeena Jambeck pada tahun 2015 bahwa Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat dua dunia setelah China sebagai penghasil sampah plastik ke laut terbesar mencapai 187,2 juta ton. Sampah laut lainnya yang menjadi perhatian serius adalah tumpahan minyak disebabkan kebocoran minyak, minyak bekas limbah alat-alat pabrik sengaja dibuang ke laut, dan penggunaan kapal motor nelayan untuk menangkap ikan. Sebagai kawasan pelabuhan bertaraf internasional yang dipadati industri dan pemukiman, Perairan laut Belawan juga tercemari oleh logam berat timbal (Pb). Semua bentuk sampah laut tersebut menimbulkan dampak negatif berupa penurunan kualitas dan kuantitas biota laut khususnya hasil tangkapan ikan oleh nelayan dan pemburukan pada kualitas air laut.

Menanggulangi masalah pencemaran akibat sampah di kawasan perairan laut, tim PKM-Karsa Cipta Universitas Negeri Medan berinovasi untuk merancang, “Sea-Dump: Alat Penyedot Sampah Multi Fungsi untuk Mengatasi Pencemaran Air Laut”.

Alat yang berkerja dengan prinsip penyedotan ini bersifat multi fungsi karena dapat melakukan operasi penyaringan limbah padat dan penyerapan limbah cair secara sekaligus. Alat ini dilengkapi dengan jaring yang berfungsi untuk menyaring sampah plastik dan limbah padat lainnya dari air, serta biosorben sabut kelapa yang berfungsi untuk menyisihkan minyak dan logam berat Pb melalui mekanisme adsorpsi. Sea-Dump bersifat efektif, efisien, dan ekonomis karena nelayan dapat mengurangi pencemaran laut secara mandiri melalui pemasangannya pada kapal nelayan. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan dari segi kualitas maupun kuantitas.

Program ini juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar perairan karena dapat meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan laut dan pemukiman yang layak dan memenuhi standar kesehatan. Dengan demikian, kondisi lingkungan laut menjadi kondusif dan menguntungkan bagi biota laut, nelayan, dan masyarakat sekitar.