• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Alasan Harus Memilih Jurusan Aktuaria

Pemilihan jurusan acapkali menjadi masalah di kalangan siswa/i menengah keatas. Jurusan kuliah dipersepsikan seakan-akan menjadi faktor utama penentu jalur kesuksesan. Persepsi itu menimbulkan setiap orang harus menempuh minimal kelas Sarjana untuk menginginkan kesuksesan. Jurusan favorit menjadi simbol untuk menakar masa depan. Aktuaria menjadi kelas jurusan favorit baru di mata siswa/i menengah atas.

Sebagai prodi favorit, aktuaria menawarkan prospek kerja yang mumpuni. Perkembangan industri keuangan dan asuransi menjadi dasar alasan yang tepat untuk menjadi bagian aktuaria. Dikutip dari pernyataan Ainun Na’im, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, mengatakan,

"Prodi aktuaria belum banyak di Indonesia, namun industri keuangan dan asuransi terus berkembang, oleh karena itu kita perlu menambah prodi dan pendidikan di bidang aktuaria, untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten pada bidang aktuaria. Kemenristekdikti berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa bidang aktuaria penting untuk mendukung industri finansial,"

Semenjak Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 426/KMK.06/2003, dalam pasal 3 ayat 16 rilis, setiap perusahaan asuransi jiwa setidaknya harus mengangkat minimal 1 aktuaris yang sudah tersertifikasi. Kebutuhan terhadap Aktuaris yang tersertifikasi terus meningkat dan bahkan harus mengambil Aktuaris dari luar negeri. Ironinya, jumlah Aktuaris di Indonesia masih tergolong minim. Lumrahnya, saat ini seharusnya jumlah aktuaris sekitar 300-400 tenaga kerja. Namun, dari 350an anggota Persatuan Aktuaris Indonesia, hanya 150 yang berhak menandatangani laporan aktuaria, yakni mereka yang telah mendapatkan sertifikat FSAI*, sedangkan sisanya masih di tingkat Associate, jenjang yang lebih rendah dalam sertifikasi bidang ini. Sungguh menyedihkan. Tidak heran, banyak perusahaann asuransi jiwa mengambil tenaga aktuaris dari luar negeri.

 Sistem pembelajaran dari Aktuaria dengan menerapkan model pembelajaran Co-operative Education atau Belajar Bekerja Terpadu, mengombinasikan antara studi akademis dengan pengalaman bekerja di perusahaan. Konsekuensi dari penerapan pembelajaran seperti ini adalah masa rata-rata lulus bisa lebih lama, lebih dari 4 tahun. Selain sistem pembelajarannya, jurusan aktuaria juga baru terbatas di beberapa universitas, yakni PTN (ITB, ITS, IPB, UI, UGM) dan PTS (President University, UPH, dan Surya University).

Setelah mengenal lebih mengenai jurusan aktuaria, siapkah menjadi bagiannya?

 

*FSAI = Fellow Society of Actuaries of Indonesia

Sumber : ristekdikti.go.id, idntimes.com, surya.ac.id, youthmanual.com

Sumber gambar :