Ajak Ratusan Masyarakat, Tari Gandai dari Bengkulu Coba Pecahkan MURI

Tari gandai merupakan salah satu tari yang berasal dari provinsi Bengkulu, tepatnya di kabupaten Muko-muko. Pada 10 Agustus 2018 lalu tari Gandai ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional (WBTBN) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik indonesia.

Akibatnya, kabupaten Mukomuko pada 14 hingga 16 Maret 2019 akan menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi. Untuk mensukseskan Hari Pers Nasional (HPN) dan masyarakat Mukomuko telah mempersiapkan latihan tari Gandai guna memperoleh Rekor MURI dengan tari Gandai terbanyak dengan target peserta 1200 penari.

Pencatatan rekor MURI tari gandai ini digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mukomuko, yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait lainnya. Kegiatan ini dilakukan tidak hanya untuk mensukseskan HPN tapi juga untuk lebih mengenalkan tari gandai khas masyarakat di Kabupaten Mukomuko ke masyarakat luas. Tidak hanya masyarakat dari dalam dan luar daerah. Tetapi di kenal hingga ditingkat internasional. 

Bupati Mukomuko, Choirul Huda menyampaikan sangat optimis pencatatan rekor MURI tari gandai tercapai. Menurutnya kegiatan tersebut memberikan hal-hal yang sangat positif. Diantaranya, selain menyatukan sebuah tekad mengangkat nama daerah. Juga mengangkat seni budaya bahwa kecintaan tari gandai dan melihat antusias masyarakat semakin tinggi.

“Melihat antusias yang tinggi ini. Saya optimis tidak hanya seribu, bahkan nantinya bisa lebih,”tegasnya. Bupati juga menyampaikan, dengan kegiatan ini, masyarakat akan lebih bersinergi dengan seni. Ini juga salah satu yang bertujuan ikut membangun. “Ini nantinya menanam sebuah jiwa. Senang bersama-sama dan kumpul bersama-sama. Mari bersama kita sukseskan Pencatatan rekor MURI tari gandai ini,”ajaknya.

Masyarakat Muko-muko sangat antusias terhadap pemecahan rekor MURI tersebut.Sehingga pemerintah kabupaten muko-muko membagi atas 3 zona tempat latihan. Zona I yang dipusatkan di Kecamatan Air Dikit, berjalan sukses dan lancar. Lebih dari 500 penari gandai memenuhi lapangan mengikuti latihan.

Untuk latihan zona II dipusatkan di lapangan sepakbola Kecamatan Teras Terunjam. Zona III di Kecamatan Lubuk Pinang dan V Koto. Dalam hal tersebut telah dilakukan beberapa kali latihan gabungan. Latihan gabungan ini tidak lain untuk menyeragamkan gerak dan kekompakan serta kebersamaan sesama penari Gandai. Kekompakan sangat diperlukan untuk mensukseskan pencatatan sejarah di Kabupaten Mukomuko.

sumber : Bengkulu ekspress