• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Ini Sistem Baru Penerimaan Peserta Didik 2019

Beberapa siswa terkadang memilih untuk bersekolah di tempat yang lebih jauh demi mendapatkan tempat sekolah yang “lebih baik”. Kesan yang ditimbulkan adalah terdapat pemusatan siswa-siswa yang dikategorikan pandai di lingkup sekolahan yang sama begitupun bagi yang kemapuannya masih di bawah. Kondisi tersebut membuat kualitas pembelajaran pada masing-masing sekolah tidak merata.

Tahun ini, Kemendikbud meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB Tahun 2019/2020 yang menjelaskan tentang perbaikan penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan.  Menurut Mendikbud, sistem zonasi merupakan sistem yang lebih menekankan pada jarak/radius antara rumah siswa dengan sekolah.

Manfaat pendekatan zonasi adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail sesuai dengan kondisi dari tiap zona agar mendapat penyelesaian yang lebih objektif, “kata Mendikbud saat Taklimat Media tentang Kebijakan dan Program Kemendikbud di Kantor Kemendikbud, baru-baru ini.

Penerapan sistem zonasi akan menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan terkait dengan peta sebaran distribusi guru, ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas sekolah, termasuk wajar (wajib belajar) 12 tahun. Namun, tidak semua sekolah akan menerapkan sistem zonasi ini. Untuk sekolah swasta, SMK, Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), Sekolah Pendidikan Khusus, Sekolah Layanan Khusus, Sekolah Berasrama, Sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), dan sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah siswa dalam satu rombel.

"Tidak ada sekolah favorit, ke depan sekolah negeri (mutunya) harus sama (dengan sekolah swasta) sehingga ada pemerataan guru yang berkualitas”, tutur Supriano, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan.

Penerapan sistem zonasi akan ditindaklanjuti dengan adanya arahan dari Mendikbud kepada pemerintah untuk segera membuat petunjuk teknis PPDB dan peraturan kepala daerah yang merujuk pada Permendikbud 51 Tahun 2018. Peraturan ini juga memastikan ketiadaan jual beli kursi maupun titipan peserta didik yang tidak sesuai dengan peraturan. Prinsip yang diutamakan dalam PPDB 2019 ini adalah nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.  Oleh karena itu, PPDB 2019 yang dilaksanakan Mei mendatang akan menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas serta lingkungan sekolah yang merata.

Sumber: kemdikbud.go.id

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0